Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIDAKNYA 91 orang, termasuk 14 petugas polisi tewas, dan ratusan lain terluka akibat tembakan peluru di seluruh Bangladesh pada Minggu (4/8). Peristiwa itu terjadi, ketika anggota partai yang berkuasa dan polisi bentrok dengan demonstran yang menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina.
Laporan terkini bahwa situasi kian memburuk. Pemerintah memperpanjang jam malam tanpa batas waktu.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Markas Besar Kepolisian Bangladesh di Dhaka, 13 petugas polisi tewas dalam serangan di kantor polisi di kota Sirajganj barat laut dan satu di kota Comilla timur. "Lebih dari 300 polisi juga terluka dalam serangan pengunjuk rasa di berbagai kantor polisi di seluruh negeri," tambah pernyataan itu.
Baca juga : Demonstrasi Anti-Modi Tewaskan Lima Orang di Bangladesh
Setidaknya 77 orang tewas di 18 distrik di negara itu, termasuk empat di ibu kota Dhaka, kata harian Prothom Alo, mengutip sumber polisi dan rumah sakit. Mereka yang tewas termasuk pengunjuk rasa, Liga Awami yang berkuasa, dan anggota oposisi Partai Nasionalis Bangladesh.
Sementara itu, ratusan orang, termasuk mereka yang mengalami luka tembak, mendapatkan perawatan inap di rumah sakit berbeda. Kantor Perdana Menteri menyebut para pengunjuk rasa yang melakukan kekerasan sebagai teroris.
Perdana Menteri Hasina telah memperingatkan bahwa pemerintahannya akan mengambil tindakan keras terhadap penjahat yang menyebabkan masalah keamanan tersebut. Dalam situasi yang muncul ini, pemerintah memerintahkan penutupan internet seluler dan Facebook dan WhatsApp kembali diblokir.
Baca juga : Lebih 10 Ribu Orang Ditahan dan 280 tewas di Bangladesh
Sebelumnya, pemerintah telah melanjutkan layanan seluler setelah 10 hari pemadaman listrik pada 28 Juli. Sementara itu, pemerintah mengumumkan hari libur nasional selama tiga hari, mulai Senin (5/8).
Pemerintah juga telah meningkatkan patroli untuk meningkatkan keamanan selama jam malam yang sedang berlangsung dan memperpanjangnya tanpa batas waktu di tengah situasi kekerasan, menurut pemberitahuan Kementerian Dalam Negeri pada Minggu. Sebelumnya, Bangladesh memberlakukan jam malam pada 20 Juli di tengah gelombang pertama protes mahasiswa yang tidak terkendali sejak 16 Juli.
Sementara itu, pensiunan perwira militer mendesak angkatan bersenjata negara tersebut untuk tidak menghadapi mahasiswa-warga sipil, selain mengambil inisiatif untuk menyelesaikan krisis politik yang sedang berlangsung di negara tersebut melalui dialog.
Baca juga : Lebih dari 20 Orang Tewas dalam Aksi Protes di Bangladesh
Mantan panglima Angkatan Darat Bangladesh Iqbal Karim Bhuiyan dalam pernyataan tertulis atas nama pensiunan perwira mendesak dilakukannya penyelidikan yang dilakukan PBB terhadap semua pembunuhan terorganisasi selama protes mahasiswa.
Koordinator utama Nahid Islam pada rapat umum besar-besaran di ibu kota Dhaka mengumumkan gerakan nonkooperatif. Dia meminta Hasina untuk mengundurkan diri dan bertanggung jawab atas kematian selama protes mahasiswa.
Gerakan nonkooperatif menyerukan masyarakat untuk menahan diri dari semua kegiatan rutin pemerintah, termasuk membayar pajak dan tagihan listrik, menutup semua pabrik dan kantor, dan menutup transportasi sampai pemerintahan Hasina mengundurkan diri. Hasina mengatakan keadilan akan ditegakkan bagi mereka yang terbunuh dalam protes mahasiswa dan menyerukan dialog untuk mengakhiri protes tersebut. Namun para pengunjuk rasa menolak seruan negosiasi.
Baca juga : Menteri Bangladesh Pertahankan Penanganan Protes Besar, PBB Serukan Investigasi Independen
Pada Minggu (4/8) terjadi ketegangan di seluruh negeri, ketika partai Liga Awami yang berkuasa memobilisasi pendukungnya untuk menanggapi para pengunjuk rasa. Sekretaris Jenderal Oposisi BNP Mirza Fakhrul Islam Alamgir pada Minggu juga meminta para pendukungnya untuk membantu para mahasiswa di jalanan.
Selama tiga minggu terakhir, negara Asia Selatan berpenduduk 170 juta jiwa ini telah diguncang kekacauan akibat protes mahasiswa yang menuntut reformasi kuota pekerjaan pemerintah.
Pemerintah mengatakan sedikitnya 150 orang tewas dalam kekerasan baru-baru ini selama protes mahasiswa pada Juli. Namun media lokal mengatakan lebih dari 266 orang, sebagian besar pelajar, tewas akibat luka tembak dalam bentrokan dengan polisi dan anggota partai yang berkuasa. (Anadolu/Z-2)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
MAHASISWA Fakultas Hukum mengajukan uji materiil Pasal 256 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP baru ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Aksi protes pendukung Manchster United ini dijadwalkan berlangsung sebelum laga kandang melawan Fulham pada 1 Februari mendatang.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Demo buruh itu menolak upah minimum provinsi atau UMP Jakarta 2026 sebesar Rp 5,7 juta. Masyarakat diimbau menghindari kawasan monas
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak kalangan buruh untuk duduk bersama menyikapi perbedaan pandangan terkait penetapan Upah Minimum Provinsi atau UMP DKI Jakarta 2026.
Karier politik Takaichi tak lepas dari sosok mendiang Shinzo Abe, mantan perdana menteri yang dibunuh pada 2022.
Nepal akan menggelar pemilu pada 5 Maret 2026 untuk menentukan pemerintahan baru.
Nepal melantik mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, sebagai perdana menteri sementara.
Setelah mengikuti rangkaian upacara penyambutan, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Li Qiang juga akan melakukan pertemuan dengan delegasi kedua negara.
PERDANA Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan terima kasih kepada para pemilih usai partainya kembali memenangi pemilu legislatif pada Sabtu (3/5/2025).
Pertemuan akan digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pukul 15.00 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved