Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
ELON Musk menerima tantangan duel dari Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Itu setelah miliarder tersebut berulang kali menyerang kecurangan pemilu besar-besaran dan menyebut Maduro sebagai diktator di media sosial miliknya, X.
Setelah Maduro secara resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilu oleh otoritas pemilu, Musk mengutip sebuah artikel berita yang mengutip pernyataan Presiden Argentina Javier Milei yang mengatakan kepada Maduro bahwa Argentina tidak akan mengakui kecurangan lain.
Dia berharap Angkatan Bersenjata Venezuela akan mempertahankan demokrasi dan keinginan rakyat. Dalam unggahan X lainnya, pemilik Tesla yang berusia 53 tahun itu menyebut hasil pemilu di Venezuela sebagai penipuan.
Baca juga : Protes Baru Meletus di Caracas Setelah Hasil Pemilihan Presiden Dipertentangkan
Maduro menanggapi di televisi nasional dan menantang Musk untuk bertarung satu lawan satu. “Apakah kamu ingin bertarung? Ayo kita lakukan. Elon Musk, aku siap," kata Maduro, dilansir dari Anadolu, Jumat (2/8).
“Aku tidak takut padamu, Elon Musk. Ayo kita bertarung, di mana pun kamu mau." Maduro juga menyebut Musk sebagai musuh bebuyutan dan pembunuh.
Dalam menerima tantangan tersebut, Musk menanggapinya dengan mengatakan "jika saya menang, ia mengundurkan diri sebagai diktator Venezuela. Jika ia menang, saya akan memberinya tumpangan gratis ke Mars," mengacu pada perusahaan roket antariksanya, SpaceX.
Baca juga : Protes di Venezuela Ricuh, Gas Air Mata dan Bentrokan dengan Pasukan Keamanan
Musk memposting jajak pendapat di X di mana para pengikutnya dapat memilih siapa yang menurut mereka akan memenangkan pertarungan. Musk membandingkan Maduro dengan seekor keledai dan berbagi kritik terhadap para pemimpin Amerika Latin lainnya, termasuk Presiden El Salvador Nayib Bukele.
Miliarder itu menyarankan bahwa Amerika Serikat (AS) dapat menjadi seperti Venezuela jika Partai Demokrat memenangkan pemilihan presiden Amerika pada November.
Keraguan mengenai transparansi proses pemilu Venezuela telah memicu protes di seluruh negeri yang mengakibatkan 11 orang tewas dan hampir 700 orang ditahan oleh pasukan keamanan. AS dan lebih dari 10 negara Amerika Latin telah meminta jaminan dalam proses pemilu Venezuela.
Baca juga : Protes Meletus di Venezuela Setelah Nicolás Maduro Menang Pemilihan Presiden
Asisten Menteri Luar Negeri AS Brian Nichols, dalam sambutannya di pertemuan Organisasi Negara-negara Amerika (OAS), mengatakan Maduro kalah telak dari Edmundo Gonzalez Urrutia. Ia mendukung penghitungan suara yang dirilis oleh oposisi karena otoritas pemilu Venezuela gagal merilis hasil terperinci.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden AS Joe Biden menerbitkan pernyataan yang menegaskan kembali data yang lengkap, transparan, dan terperinci tentang pemungutan suara di tempat pemungutan suara harus segera dirilis.
OAS juga memberikan tekanan kepada Maduro agar bersikap transparan mengenai hasil pemilu. (I-2)
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved