Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan calon wakil presiden dari Partai Republik, JD Vance adalah tiruan dari Donald Trump dalam berbagai isu.
“Ia tiruan Trump dalam isu ini,” kata Biden kepada wartawan sebelum terbang ke Nevada ketika ditanya tentang senator Ohio tersebut.
Secara terpisah, pejabat kampanye Biden menyebut Vance adalah seseorang yang akan berfungsi sebagai cek kosong untuk mendukung mantan presiden tersebut. Ketua kampanye Biden Jen O'Malley Dillon mengatakan Trump memilih anggota Partai Republik dari Negara Bagian Buckeye untuk mendukung Trump bahkan jika itu melanggar hukum dan tidak peduli dengan kerugian yang diderita rakyat Amerika.
Baca juga : Biden Minta Warga Amerika Tetap Tenang Setelah Donald Trump Ditembak
Partai Demokrat sangat ingin menggambarkan pemodal ventura itu sebagai senator yang tunduk pada Trump dan para elit, dalam upaya untuk menumpulkan daya tarik populis yang telah ia kembangkan selama kariernya di Washington.
Vance yang berusia 39 tahun itu juga menandai potensi pergeseran generasi di kalangan Partai Republik, bahkan beberapa dekade lebih muda dari Trump (78 tahun) dan Biden (81 tahun) yang merupakan presiden AS tertua dalam sejarah.
“Pemilihan wakil presiden oleh Trump merupakan kabar baik bagi orang-orang Amerika terkaya,” kata Elizabeth Warren, seorang senator Partai Demokrat dari Massachusetts, kepada wartawan dalam konferensi telepon pada tanggal 15 Juli. “Dengan Trump-Vance, pemotongan Jaminan Sosial dan Medicare akan berdampak buruk pada orang-orang lanjut usia seperti longsoran salju,” tuturnya.
Tim kampanye Biden juga mencatat perselisihan Trump dengan pasangan terakhirnya, mantan wakil presiden Mike Pence, karena penolakannya untuk memblokir sertifikasi kemenangan Biden pada pemilu tahun 2020. Para pengunjuk rasa di antara massa pendukung Trump yang berbaris di Capitol AS pada 6 Januari 2021 meneriakkan “Gantung Mike Pence”.
Dikutip BBC, Vance sangat sejalan dengan ideologi politik mantan presiden tersebut. Mereka memiliki pandangan yang sama tentang perdagangan, imigrasi, dan kebijakan luar negeri. Vance khususnya mengkritik dukungan AS yang berkelanjutan terhadap Ukraina. (Theindependent/BBC/P-5)
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
SERUAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian gencar agar AS merebut atau memperoleh Greenland memicu gelombang kritik baru, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
PENTAGON di bawah Donald Trump menginstruksikan sekitar 1.500 personel militer aktif yang bermarkas di Alaska untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penugasan ke Minnesota,
UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved