Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara PRCS Nebal Farsakh mengatakan "pengungsian terus-menerus dari hampir dua juta orang" di Jalur Gaza.
"Tidak ada tempat yang aman di Gaza, tidak ada cara bagi orang untuk pergi, bahkan mereka yang sakit atau terluka," kata Farsakh dalam sebuah pernyataan video yang diposting di X.
Keluarga-keluarga masih bergantung pada bantuan yang tidak memadai, katanya, di tengah kurangnya akses ke makanan dan air serta meningkatnya risiko kesehatan akibat "kepadatan penduduk".
Baca juga : Serangan Militer Israel di Jenin dan Gaza Menyebabkan Korban dan Kerusakan Besar
Tindakan internasional yang mendesak diperlukan, kata PRCS.
Terpisah, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan Israel bisa melakukan lebih banyak untuk melindungi warga sipil di Gaza di tengah pengeboman yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
"[Orang-orang] Israel telah mengambil beberapa langkah untuk lebih tepat, lebih diskriminatif dan lebih hati-hati dalam operasi mereka. Apakah itu cukup? Tidak. Jadi kita akan terus melakukannya, kita akan terus bekerja pada hal ini," kata Kirby.
Baca juga : Serangan Militer Israel di Gaza Tewaskan Puluhan Warga Palestina
Ketika ditekan tentang langkah konkret apa yang diambil pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menekan Israel agar melakukan lebih banyak, Kirby menjawab: "Tidak pernah benar untuk melakukan pengeboman tanpa pandang bulu terhadap populasi sipil."
"Itulah mengapa kami terus bekerja dengan Israel untuk lebih tepat, lebih hati-hati."
Sebelumnya, Mahmoud Basal, juru bicara pertahanan sipil di Gaza, memperingatkan realitas di lapangan "sangat sulit dan pahit" saat pasukan darat Israel terus bergerak ke Kota Gaza dan lingkungan Shujaiya dari bagian timur wilayah tersebut.
Baca juga : Idul Adha yang Suram di Deir el-Balah
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, Basal mengatakan ribuan warga Palestina yang terlantar telah melarikan diri ke bagian barat Kota Gaza saat pasukan Israel mendekati lingkungan al-Tuffah dan al-Daraj.
"Pemandangan warga Palestina yang terlantar sangat tragis. Mereka tidak tahu harus pergi ke mana, karena tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza," katanya. "Situasinya sangat sulit di semua tingkat."
Basal mengatakan daerah-daerah ini masih terkena pengeboman Israel "hingga saat ini". Semua toko roti di Kota Gaza terpaksa ditutup, mempengaruhi keluarga Palestina di daerah tersebut.
Dia juga mengatakan banyak orang di Kota Tua Gaza sekarang khawatir bahwa kemajuan baru oleh pasukan Israel dapat menghentikan kemampuan mereka untuk mencapai Rumah Sakit Al-Ahli Arab jika diperlukan.
Basal menambahkan bahwa jenazah warga Palestina yang terbunuh dan banyak lagi yang terluka masih terjebak di daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau oleh tim pertahanan sipil. (Al Jazeera/Z-3)
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved