Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tengah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengevakuasi WNI di kawasan konflik yang melibatkan Israel, Palestina, dan Lebanon. Evakuasi yang disiapkan bisa dalam skala lokal maupun ke Tanah Air.
"Total existing di data lapor diri di KBRI di sana, ada 217 WNI di Lebanon. Mayoritas pekerja migran, mahasiswa, dan yang menikah dengan warga setempat," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha di Yogyakarta, Kamis (20/6).
Sejak konflik Israel-Palestina meledak pada 7 Oktober 2023, kata Judha, dampaknya sampai ke Lebanon selatan serta melibatkan Hizbullah dan angkatan bersenjata Israel (IDF). KBRI di Beireut pun telah menetapkan wilayah Lebanon selatan sebagai daerah siaga 1. Sementara, kawasan Beureut dan sekitarnya siaga 2.
Baca juga : Indonesia Siapkan Evakuasi WNI di Libanon, Dampak Meluasnya Perang di Gaza
"Siaga 1 itu situasi mengancam jiwa. Langkah-langkahnya evakuasi segera kita lakukan. Apakah itu (evakuasi) lokal menuju lokasi lebih aman ataupun menuju ke Indonesia," ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah telah mengevakuasi para WNI dalam skala terbatas dari Lebanon selatan menuju tepi Beirut. Ia mengatakan kondisi terakhir WNI saat evakuasi masih aman.
Judha mengungkapkan perlindungan WNI di luar negeri terus dilakukan mengantisipasi eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia mengatakan upaya pemantauan situasi setiap perkembangan situasi di lapangan terus dilakukan.
Baca juga : Indonesia Siap Bawa Pulang 200an WNI di Lebanon
"Isu ini terus kami monitor dari dekat situasi di Timur Tengah. Perwakilan RI di kawasan juga memonitor. Kami terus melakukan koordinasi," ujarnya.
Ia menambahkan pihak-pihak terkait dalam upaya perlindungan WNI di lokasi rawan itu sudah saling terkoneksi. Ia menyebut tindakan kecil hingga besar apabila konflik meluas sudah disiapkan.
"Bahkan Ibu Menlu (Retno Marsudi) telah mengadakan rapat khusus dengan kepala perwakilan dan duta besar di kawasan untuk mengantisipasi rencana kontijensi jika terjadi eskalasi situasi di sana," ungkapnya. (Z-6)
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Korban tewas di Lebanon tembus 773 jiwa, termasuk 103 anak-anak. PBB ajukan bantuan darurat $325 juta saat 1 juta warga mengungsi akibat serangan Israel. Simak laporan lengkapnya.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
Konflik Israel-Lebanon memanas! 31 orang tewas dan ratusan luka-luka akibat serangan udara Israel. IDF imbau warga Lebanon selatan segera mengungsi sejauh 1 km.
PENYERANGAN terhadap Venezuela disertai penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya untuk diadili di New York, yang melanggar piagam PBB dan hukum internasional
PASUKAN Israel berencana melakukan serangan terbatas di Libanon. Libanon melaporkan Israel ke Dewan Keamanan PBB atas pembangunan tembok yang melanggar perbatasan
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved