Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON perdana menteri petahana, Narendra Modi, dituduh menyakiti perasaan 200 juta umat muslim India dengan ujaran kebencian di tengah agenda kampanyenya. Dia menyebut penganut agama Islam sebagai penyusup yang memiliki banyak anak dan pencuri.
Pihak oposisi menuduh Modi secara terang-terangan ucapan Modi di depan para pendukungnya di Rajasthan pada Minggu (21/4), sangat tercela. India kini berada di tengah-tengah pemilihan umum, Modi dan partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) sedang mencari masa jabatan ketiga.
Pemungutan suara akan dilanjutkan secara bertahap hingga awal Juni. Dalam pidatonya, Modi mengklaim pemerintahan sebelumnya, yang dipimpin oleh partai oposisi utama Kongres, memposisikan Muslim sebagai kelompok yang mempunyai hak pertama atas kekayaan negara.
Baca juga : Muslim India Protes Larangan Penggunaan Hijab di Sekolah
Modi menambahkan penguasaan kembali Kongres oleh oposisi dalam pemilu saat ini akan melahirkan kebijakan serupa di masa mendatang.
“Apakah menurut Anda uang hasil jerih payah Anda harus diberikan kepada penyusup? Maukah kamu menerima ini?,” Modi bertanya para pendukungnya.
Komentar tersebut memicu reaksi keras di kalangan lawan politik dan masyarakat sipil, yang menuduh Modi mengobarkan ketegangan agama dan memicu konspirasi palsu mengenai Muslim.
Baca juga : Bawaslu Bakal Tindak Buzzer Pemilu yang Lakukan Pelanggaran Kampanye
Presiden Partai Kongres, Mallikarjun Kharge, menuduh Modi melanggar aturan pemilu yang melarang rapat umum dan mengeluarkan pernyataan yang bersifat inklusif. Sebagai tanggapan, Kongres mengajukan keluhan kepada komisi pemilu, dengan tuduhan komentar perdana menteri yang memecah belah, tidak pantas dan jahat.
“Pelanggaran terang-terangan dan langsung terhadap undang-undang pemilu. Pernyataan tersebut jauh lebih buruk daripada yang pernah dibuat perdana menteri yang menjabat dalam sejarah India”, tambah pengaduan tersebut.
Sejak BJP berkuasa pada 2014 dengan agenda nasionalis Hindu, partai ini dituduh melakukan kebijakan dan retorika yang menyasar kelompok minoritas, khususnya Muslim. Umat minoritas ini diduga menjadi sasaran kekerasan dan penganiayaan yang meningkat baik oleh negara maupun oleh kelompok main hakim sendiri sayap kanan Hindu.
Baca juga : India Ajak ASEAN Bangkit Pascapandemi Covid-19
BJP tidak memiliki satu pun kandidat pejabat publik Muslim dalam pemilu kali ini. Tokoh senior BJP seperti Yogi Adityanath, seorang biksu Hindu garis keras yang merupakan ketua menteri Uttar Pradesh, dituduh melontarkan komentar yang menghina umat Islam dalam pidatonya.
Namun, sebagai Perdana Menteri Modi cenderung menghindari penyebutan Muslim secara eksplisit, dan malah dituduh melakukan politik “dog whistle” dan rujukan tidak langsung untuk menyebut Muslim.
Hampir satu miliar orang terdaftar sebagai pemilih dalam pemilu, dengan pemungutan suara tahap pertama diadakan Jumat (19/4). Pemilu ini diperkirakan akan mengembalikan Modi dan BJP ke tampuk kekuasaan ketika hasilnya dihitung pada 4 Juni.
Baca juga : Presiden: ASEAN-India Harus Perkuat Kerja Sama di Sektor Maritim
Pada Senin (22/4), pemungutan suara harus diulang di 11 TPS di negara bagian Manipur, wilayah timur laut, yang dilanda bentrokan etnis selama berbulan-bulan. Laporan kekerasan dan kerusakan pada mesin pemungutan suara menyebabkan pihak berwenang menyatakan pemungutan suara tersebut batal.
Setidaknya ada enam kejadian kelompok yang mencoba mengambil alih tempat pemungutan suara dilaporkan di ibu kota negara bagian Imphal, kata seorang pejabat pemilu. “Massa bersenjata datang dan mencoba menguasai TPS,” katanya.
Partai Kongres menuntut pemilihan ulang di 47 TPS di Manipur, dengan tuduhan bahwa tempat pemungutan suara telah direbut dan pemilu dicurangi. (The Guardian/Z-3)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Momentum Ramadan merupakan periode paling krusial bagi industri aplikasi gaya hidup Muslim.
Di kota-kota besar, tren warna cenderung mengalami penurunan saturasi agar terlihat lebih kalem.
Hukum mengucapkan Selamat Natal dari Muslim menurut Islam. Simak dalil Al-Qur’an dan perbedaan pendapat ulama secara lengkap.
Cari tahu agama Dedi Mulyadi yang sebenarnya, lengkap dengan latar belakang, klarifikasi resmi, dan alasan publik sering salah paham tentang keyakinannya.
SEBANYAK 45 warga Muslim India meninggal dan satu orang dilaporkan selamat setelah bus umrah terbakar di Madinah, Arab Saudi
Zohran Kwame Mamdani, anggota parlemen berusia 34 tahun, resmi terpilih sebagai Wali Kota New York City. Ia menjadi Muslim dan imigran pertama yang memimpin kota tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved