Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN tewas dalam serangan udara Israel di Suriah telah meningkat menjadi 52 orang, termasuk 38 tentara pemerintah dan tujuh anggota gerakan Hizbullah Libanon. Ini dikatakan pemantau perang pada Sabtu (30/3).
Penyerangan pada Jumat (29/3) itu memicu kekhawatiran akan terjadi konflik regional yang lebih luas. Mereka menargetkan depot roket milik Hizbullah Libanon di dekat bandara Aleppo di Suriah utara, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.
Ini serangan mematikan terbaru terhadap pasukan yang didukung Iran di Suriah. Hizbullah telah mendukung pemerintah dalam perjuangannya melawan lawan-lawannya sejak perang saudara Suriah meletus pada 2011.
Baca juga : Iran Ancam Serangan Israel di Libanon Tanda Akhir Netanyahu
Serangan Israel terhadap sasaran di Suriah meningkat sejak perang Israel melawan kelompok Hamas yang bersekutu dengan Hizbullah di Jalur Gaza pecah pada 7 Oktober. Serangan Israel juga sering menargetkan Hizbullah di Libanon sebagai pembalasan atas tembakan lintas batas.
Serangan pada Jumat itu menewaskan 38 tentara Suriah, 7 anggota Hizbullah, dan 7 pejuang pro-Iran Suriah, kata Observatorium, naik dari total 44 tentara menurut data sebelumnya.
Jumlah tentara Suriah yang tewas itu menjadi yang tertinggi dalam serangan Israel sejak pecahnya perang dengan Hamas, kata pemantau perang, yang mengandalkan jaringan sumber di Suriah. Israel jarang mengomentari serangan individu. Israel tidak membenarkan atau membantah serangan di Suriah.
Baca juga : Incar Hizbullah, Israel Lancarkan Serangan Udara di Suriah
Namun militer Israel mengatakan pihaknya membunuh wakil kepala unit roket Hizbullah di Libanon, Ali Naim, yang kematiannya dikonfirmasi oleh kelompok yang didukung Iran. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan di media sosial bahwa ia mengunjungi Israel utara pada Jumat untuk memeriksa dengan cermat penyerangan lain yang berhasil seperti yang dilakukan pagi ini di Libanon dan Suriah.
Tentara Israel akan terus melakukan operasinya melawan Hizbullah di mana pun, katanya, seraya menambahkan, "Kami akan membuat mereka membayar harga untuk setiap serangan yang dilakukan dari Libanon."
Hizbullah, yang memiliki persenjataan roket dan rudal yang kuat, hampir setiap hari saling baku tembak dengan militer Israel sejak serangan Hamas pada Oktober yang belum pernah terjadi di Israel selatan yang memicu perang di Jalur Gaza. "Suriah dan Libanon telah menjadi medan pertempuran yang luas dalam perspektif Israel," kata Riad Kahwaji, kepala Institut Analisis Militer Timur Dekat dan Teluk, kepada AFP. (Z-2)
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel memobilisasi 100.000 tentara cadangan dalam Operasi “Roaring Lion” terhadap Iran. Serangan di Gaza menewaskan warga dan melukai puluhan lainnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Tentara Iran menembak jatuh 10 drone canggih, total 22.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan ke Teheran. Media Iran belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.
Serangan AS-Israel ke Iran memicu ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur vital perdagangan energi dunia ini mengalirkan 20 juta barel minyak per hari.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
KELOMPOK ekstremis Negara Islam (ISIS) tidak lagi menimbulkan ancaman sistematis, tetapi saat ini justru dimanfaatkan oleh sejumlah negara untuk tujuan politik mereka.
SETAHUN berlalu sejak serangan cepat kelompok pemberontak menjatuhkan Damaskus dan mengakhiri kekuasaan keluarga Bashar Assad di Suriah yang berlangsung selama 54 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved