Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Lima dari enam pemain ski lintas alam yang hilang di Pegunungan Alpen Swiss selama akhir pekan telah ditemukan dalam kondisi tewas. Kepolisian setempat mengatakan pencarian satu orang lagi masih dilakukan.
Sekelompok pemain ski, berusia 21 hingga 58 tahun dan termasuk lima anggota keluarga yang sama, meninggalkan kota resor ski mewah Zermatt pada Sabtu lalu dengan tujuan mencapai desa kecil Arolla pada hari itu juga, tetapi tidak pernah tiba.
Saat badai mulai terjadi, mereka hilang kontak di sekitar Gunung Tete-Blanche, di ketinggian lebih dari 3.500 meter (11.480 kaki) di atas permukaan laut.
Baca juga : AS Laporkan Korban Badai Salju Capai 50 Orang
“Kondisi cuaca tersebut merupakan bencana besar, dengan suhu yang sangat dingin dan risiko longsoran salju yang signifikan, “ kata Christian Varone, kepala polisi wilayah Wallis kepada wartawan, Senin (11/3).
Seseorang yang menjemput rombongan di Arolla membunyikan alarm tak lama setelah pukul 4 sore (1500 GMT) pada Sabtu.
Satu jam kemudian, salah satu anggota kelompok yang hilang berhasil menghubungi layanan penyelamatan melalui telepon seluler, sehingga mereka dapat menentukan di mana harus mencari para pemain ski tersebut.
Baca juga : 33 Orang Tewas Akibat Badai Musim Dingin di Amerika
Varone mengatakan petugas penyelamat telah melakukan semua upaya untuk mencapai lokasi tersebut, namun kondisi cuaca buruk menghalangi helikopter dan tim ahli ski dan pendaki gunung untuk mencapai daerah tersebut.
“Kami mencoba melakukan hal yang mustahil. Cuacanya sangat ekstrem. Kami terpaksa berbalik untuk menghindari hal yang membahayakan nyawa para pekerja penyelamat secara serius.”
Pada Minggu, sebuah tim yang terdiri dari dua petugas penyelamat, seorang dokter dan seorang petugas polisi gunung, akhirnya dapat diturunkan dengan helikopter di dekatnya, kata polisi.
Baca juga : Badai Khanun Tunda Jadwal Penerbangan di Korea Selatan
“Sekitar pukul 21.20, mereka mencapai sektor Tete Blanche, di mana mereka menemukan lima mayat dari enam orang yang hilang,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, pencarian berlanjut untuk anggota terakhir grup itu. “Selama masih ada harapan, kami akan terus berjalan, ambil tetap realistis mengingat kondisi yang dialami orang ini selama 48 jam terakhir,” kata Varone.
Polisi belum mengungkap identitas mereka yang tewas, hanya menyebutkan lima anggota keluarga berasal dari wilayah Wallis dan orang keenam berasal dari wilayah Fribourg. (AFP/M-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Penyediaan fasilitas MCK menjadi langkah inisiatif yang selaras dengan kebutuhan dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat, memulihkan martabat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
KOMISI VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor, terutama dalam menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved