Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN peluru dan bom asap terjadi di kompleks Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, Palestina saat ini, Jumat (9/2), Israel telah berhari-hari mengepung RS tersebut dan meneror dokter, perawat dan warga sipil di sana.
"Tentara pendudukan menembakkan bom asap di sekitar Kompleks Medis Nasser di Khan Yunis,” sebut koresponden Aljazeera, Jumat (9/2) malam.
Dari video dan kabar yang viral di media sosial, militer Israel terus melancarkan serangkaian serangan di kota Khan Yunis dan di sekitar Kompleks Medis Al-Nasser di Jalur Gaza selatan. Seorang perawat terkena tembakan sniper tentara Israel, ketika sedang bertugas di dalam rumah sakit.
Baca juga : 373 Warga Palestina Dibunuh Israel, 48 Jam Setelah Putusan ICJ
Bukan hanya rumah sakit, Israel juga mengepung dan menargetkan sekolah-sekolah yang menampung orang-orang terlantar di dekat Rumah Sakit Nasser.
Serangan tersebut bertepatan dengan penyerbuan mereka terhadap Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Al-Amal di kota yang sama.
Pada Jumat (9/2) malam, Bulan Sabit Merah Palestina menyebarluaskan pesan darurat SOS akan nasib krunya yang terjebak di sana.
Baca juga : WHO Sebut Tuduhan Israel soal UNRWA untuk Alihkan Isu Genosida di Gaza
"Kami telah terputus kontak secara total dengan kru kami di Rumah Sakit al Amal, di Khan Younis, akibat dari pengepungan israel yang terus menerus berlanjut. Karena tindakan tersebut, kami anggap, tentara israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan kru kami disana, berikut seluruh korban luka luka di dalamnya," kata organisasi kemanusiaan tersebut, dikutip dari Telegram.
Selama pengepungan dan penyerangan Israel, juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan, Kompleks Medis Nasser terkena bencana kesehatan dan kemanusiaan.
Sebanyak 300 staf medis, 450 orang terluka, dan 10.000 orang terlantar di Kompleks Medis Nasser terkena kematian dan kelaparan.
Baca juga : Israel Lanjutkan Pemusnahan Warga Gaza, Kepung Rumah Sakit di Khan Younis
Mereka juga melaporkan kekurangan anestesi, perawatan intensif, dan perlengkapan bedah. Generator listrik mati dalam waktu kurang dari 48 jam karena kekurangan bahan bakar.
"Listrik padam di beberapa bagian Rumah Sakit Nasser selama beberapa jam karena kekurangan bahan bakar," sebut kementerian.
Tidak hanya itu. Pendudukan Israel menghalangi pergerakan ambulans dan menghambat kedatangan korban luka dan sakit ke Rumah Sakit Nasser
Baca juga : Kementerian Kesehatan Hamas Sebut Tank Israel Tembaki Rumah Sakit Gaza
Kompleks Medis Nasser terkena bahaya kesehatan akibat penumpukan limbah medis dan non-medis di departemen dan halaman serta penjajah yang menghalangi keluarnya limbah tersebut.
"Tangki air di Kompleks Medis Nasser rusak akibat penargetan, dan hingga saat ini kami tidak dapat memperbaikinya," ucap kementerian. (Z-4)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
Bantuan ambulans dari warga Karawang ini merupakan respons terhadap mendesaknya kebutuhan layanan kesehatan darurat di Jalur Gaza yang kian memprihatinkan.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah pemerintah masuk dan mengambil peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Jalur Gaza.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved