Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL menyatakan telah memberi tahu keluarga dari 31 sandera yang telah tewas akibat invasi darat. Dengan demikian tersisa 105 orang warga Israel yang masih hidup dalam penguasaan Hamas.
Berita itu muncul ketika Qatar mengatakan Hamas memberikan tanggapan positif terhadap proposal kesepakatan gencatan senjata. Rinciannya mengenai penghentian pertempuran dan pembebasan tahanan Palestina dan mengembalikan lebih banyak sandera.
Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang negaranya bertindak sebagai mediator antara kedua belah pihak, mengatakan tanggapan Hamas terhadap proposal yang dibuat oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel menuai optimisme. Namun dia mengatakan dia tidak akan menjelaskan secara detail.
Baca juga : Lagi, Blinken ke Timur Tengah Tuntaskan Kesepakatan Sandera
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, berbicara dengan PM Qatar dalam tur kelimanya di wilayah tersebut sejak serangan 7 Oktober, mengatakan akan membahas tanggapan Hamas secara langsung dengan Israel pada Rabu (7/2).
“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, namun kami tetap yakin bahwa kesepakatan itu mungkin terjadi, dan memang penting,” kata Blinken.
Sebuah pernyataan dari Hamas merujuk pada gencatan senjata yang komprehensif dan menyeluruh, mengakhiri agresi terhadap rakyat Palestina. Israel sebelumnya telah mengesampingkan gencatan senjata permanen dan diyakini mengusulkan penghentian pertempuran selama 40 hari.
Baca juga : Masuki Bulan Kelima, Hamas Pertimbangkan Gencatan Senjata
Inti dari perundingan ini adalah mengenai adanya jaminan implisit maupun eksplisit mengenai gencatan senjata yang bersifat permanen, dan pembebasan sebanyak mungkin tahanan Palestina di penjara Israel. Status masa depan dan kehadiran pasukan Israel di Gaza selama gencatan senjata juga menjadi perdebatan.
Berita bahwa 31 sandera tewas pertama kali muncul dari tinjauan rahasia internal Israel yang bocor ke New York Times. Nasib 20 dari 105 sandera juga kemungkinan tewas.
Jumlah 31 orang tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Forum Keluarga Sandera dan Hilang, yang mewakili keluarga para tawanan. “Menurut data resmi yang kami miliki, ada 31 korban,” katanya dalam keterangannya.
Baca juga : Antony Blinken Kembali ke Timur Tengah Mendorong Kesepakatan Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera
Sementara itu, terungkap bahwa militer Israel telah mulai menyelidiki puluhan insiden di mana tentara Israel mungkin telah melanggar aturan internal atau melanggar hukum internasional yang mengatur konflik. Indikasinya banyak korban sipil dan penghancuran infrastruktur di Gaza. (The Guardian/Z-3)
Israel menerima dua jenazah sandera dari Gaza melalui Palang Merah. Pemerintah menegaskan penyeberangan Rafah akan tetap ditutup sampai seluruh sandera dikembalikan.
Di antara poin potensial yang diperdebatkan dalam gencatan senjata di Gaza adalah penolakan Hamas untuk melucuti senjata dan kegagalan Israel menarik diri dari daerah kantong tersebut.
Tentara Israel mulai menarik pasukannya secara bertahap dari Jalur Gaza pada Jumat, dan proses ini ditargetkan selesai dalam 24 jam sesuai rencana Presiden AS Donald Trump.
Pemerintah Israel menyatakan telah mengesahkan perjanjian penghentian perang dan pertukaran tahanan dengan kelompok-kelompok Palestina.
Keputusan itu diambil meski ada penolakan luas dari publik dan kekhawatiran langkan tersebut akan membahayakan para sandera.
Puluhan ribu warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv pada Minggu waktu setempat menuntut pemerintah segera mengamankan pembebasan para sandera yang tersisa.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved