Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) mengakui bahwa mereka tidak memberi tau pemerintah Irak sebelum serangan udara ke sejumlah sasaran di negara tersebut.
Sementara itu seorang pejabat tinggi Gedung Putih mengklaim bahwa Baghdad telah diberitahu sebelumnya terkait serangan udara.
Informasi menyebutkan bahwa serangan udara menewaskan 40 orang yang diklaim AS dilakukan terhadap lebih dari 85 sasaran terkait dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi yang didukungnya.
Baca juga : Serangan AS Membunuh Komandan pro-Iran di Irak
Pihak AS juga mengatakan serangan AS itu diklaim sebagai pembalasan atas serangan terhadap pasukan AS.
Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel mengatakan bahwa para pejabat Irak hanya diberitahu setelah serangan terhadap sasaran-sasaran yang terkait dengan Iran.
“Irak, seperti negara-negara lain di kawasan ini, memahami bahwa akan ada respons setelah kematian tentara kami. Mengenai tanggapan khusus pada hari Jumat ini, tidak ada pemberitahuan awal,” kata Patel kepada wartawan.
Baca juga : Serangan Dua Roket Menghantam Zona Hijau di Baghdad, Irak
“Kami memberi tahu warga Irak segera setelah serangan terjadi,” sebutnya.
Klarifikasi ini muncul setelah juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby pada hari Jumat mengatakan bahwa Washington telah memberi tahu pemerintah Irak sebelumnya.
“Informasi yang telah diberikan kepada saya saat itu,” ujar Kirby menjawab pertanyaan wartawan.
Baca juga : Militan Dukungan Iran Serang Pangkalan Koalisi AS di Irak
“Itu tidak sespesifik mungkin, dan saya menyesalkan adanya kebingungan yang terjadi,” katanya.
“Meskipun demikian, kami tidak merahasiakan, baik kepada pejabat Irak maupun di saluran publik, bahwa kami akan menanggapi serangan terhadap pasukan kami. Faktanya, kami secara resmi memberi tahu Irak, sesuai dengan prosedur standar,” tambahnya.
Presiden AS Joe Biden pada hari Jumat memerintahkan serangan udara terhadap 85 sasaran di Irak dan Suriah yang diduga terkait dengan IRGC Iran dan kelompok pro-Iran, menyusul serangan pesawat tak berawak di Yordania yang menewaskan tiga tentara AS.
Baca juga : AS Bantah Memberikan Peringatan Awal kepada Irak Terkait Serangan Udara
Irak telah mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya yang menempatkan keamanan di wilayah tersebut di ambang jurang maut.
Juru bicara pemerintah Irak Bassem al-Awadi menolak anggapan bahwa negaranya membantu mengoordinasikan serangan tersebut dan menuduh Washington membuat klaim palsu yang bertujuan menyesatkan opini publik internasional dan mengingkari tanggung jawab hukum.
Ketegangan antara Washington dan Baghdad telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, saat pemerintahan Biden melancarkan serangan di Irak sebagai tanggapan atas serangan terhadap pasukan AS sejak dimulainya perang di Gaza.
Baca juga : Kremlin Minta AS Tenang usai Tiga Tentaranya Tewas di Yordania
Sekitar 2.500 tentara AS ditempatkan di Irak, warisan perang koalisi pimpinan AS melawan kelompok ISIL (ISIS).
Bulan lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan Washington akan memulai pembicaraan dengan Baghdad mengenai penarikan pasukan pimpinan AS di negara tersebut sambil menjaga hubungan keamanan antara kedua pihak. (Alajzeera/Fer/S-4)
Baca juga : Serangan Rudal Iran ke Target 'Teroris' di Irak dan Suriah
IRAN membantah keras keterlibatan dalam serangan 4.000 rudal terhadap pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, Minggu (22/3) waktu setempat.
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
IRAN menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi pelayaran internasional, kecuali kapal musuh, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat ancam hancurkan pembangkit listrik iran
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Video geolokasi terbaru menunjukkan sistem pertahanan udara AS berusaha mencegat serangan drone dan roket di dekat Kedubes AS di Baghdad.
Enam tentara AS tewas setelah pesawat KC-135 jatuh di Irak. Pentagon tutup mulut soal detail korban KIA dan WIA di tengah eskalasi perang yang terus memakan korban.
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
IRAK menghentikan seluruh operasi di pelabuhan minyaknya setelah serangan kapal tanker di kawasan Teluk Arab. Insiden tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah drone menghantam fasilitas milik Amerika Serikat di Baghdad, Selasa (10/3) di tengah konflik Irak dan Iran
Eskalasi pecah di Timur Tengah setelah IRGC Iran meluncurkan operasi rudal masif. Drone sasar fasilitas AS di Irak, sementara negara-negara Teluk siaga penuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved