Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN Pengawal Revolusioner Iran (IRGC) dilaporkan meluncurkan serangan rudal terhadap sejumlah target "teroris" di Suriah dan wilayah Kurdistan Irak, demikian laporan media resmi, Selasa.
Badan berita resmi IRNA menyatakan Pasukan Pengawal Revolusioner Islam menghancurkan "markas mata-mata" dan "kumpulan kelompok teroris anti-Iran" di Arbil, ibu kota wilayah otonom Kurdistan Irak.
Pasukan Pengawal kemudian meluncurkan serangan dengan rudal balistik di Suriah pada "tempat berkumpul komandan dan elemen utama yang terkait dengan operasi teroris terkini, terutama kelompok Islamic State," demikian laporan layanan berita mereka, Sepah News.
Baca juga: Serangan ke Yaman Tidak Hentikan Serangan Houthi di Laut Merah
Laporan tersebut menambahkan serangan di Suriah sebagai "tanggapan terhadap kejahatan terbaru kelompok teroris yang secara tidak adil menewaskan sejumlah warga negara kita yang terhormat di Kerman dan Rask."
Pada 3 Januari, pengebom bunuh diri menyerang kerumunan yang berkumpul di dekat makam jenderal IRGC yang dihormati, Qasem Soleimani, di kota selatan Kerman.
Baca juga: Ini Reaksi Dunia Terhadap Serangan AS dan Inggris di Yaman
Serangan tersebut, diklaim kelompok Islamic State, menewaskan sekitar 90 orang dan melukai puluhan lainnya.
Kementerian intelijen Iran menyatakan salah satu pengebom bunuh diri adalah warga negara Tajik, sementara identitas yang lain masih harus ditentukan.
Pada Desember, setidaknya 11 polisi Iran tewas dalam serangan yang diklaim oleh kelompok jihadist terhadap kantor polisi di Rask, di provinsi tenggara Sistan-Baluchistan.
Serangan itu diklaim oleh Jaish al-Adl (Tentara Keadilan) dalam pernyataan singkat di saluran Telegram mereka. Pemberontakan tersebut dibentuk pada tahun 2012 dan dicap sebagai kelompok "teroris" oleh Iran.
IRGC juga mengklaim telah menyerang sasaran Israel yang diduga, mengumumkan "serangan rudal dan penghancuran markas mata-mata rezim Zionis (Mossad) di wilayah Kurdistan Irak," melaporkan IRNA.
"Markas ini menjadi pusat pengembangan operasi mata-mata dan perencanaan tindakan teroris di wilayah tersebut," demikian pernyataan mereka.
Pada November 2022, Iran melancarkan serangan rudal dan drone lintas batas terhadap kelompok oposisi Kurdi Iran yang berbasis di utara Irak yang dituduhnya memicu gelombang protes di republik Islam tersebut.
Serangan itu terjadi setelah protes dimulai di Iran atas kematian Mahsa Amini, 22 tahun, seorang Kurd Iran yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian ketat bagi perempuan di Iran. (AFP/Z-3)
Serangan itu terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara di kawasan Teluk. Dalam beberapa hari terakhir, Teheran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Video geolokasi terbaru menunjukkan sistem pertahanan udara AS berusaha mencegat serangan drone dan roket di dekat Kedubes AS di Baghdad.
Enam tentara AS tewas setelah pesawat KC-135 jatuh di Irak. Pentagon tutup mulut soal detail korban KIA dan WIA di tengah eskalasi perang yang terus memakan korban.
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
IRAK menghentikan seluruh operasi di pelabuhan minyaknya setelah serangan kapal tanker di kawasan Teluk Arab. Insiden tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah drone menghantam fasilitas milik Amerika Serikat di Baghdad, Selasa (10/3) di tengah konflik Irak dan Iran
Eskalasi pecah di Timur Tengah setelah IRGC Iran meluncurkan operasi rudal masif. Drone sasar fasilitas AS di Irak, sementara negara-negara Teluk siaga penuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved