Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK Negara Islam Irak Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas dua pemboman mematikan di Iran, Rabu (3/1). Aksi ini menewaskan hampir 100 orang dan melukai banyak orang di peringatan komandan tertinggi Qassem Soleimani yang terbunuh di Irak pada 2020 oleh pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di saluran Telegram, kelompok militan Muslim Sunni mengatakan dua anggota kelompok ISIS telah meledakkan sabuk peledak. Itu terjadi di tengah kerumunan yang berkumpul di pemakaman di kota Kerman di Iran tenggara pada Rabu (3/1) untuk memperingati hari jadi Soleimani.
Teheran sebelumnya menyalahkan ledakan tersebut pada teroris dan bersumpah akan membalas dendam atas serangan paling berdarah tersebut sejak Revolusi Islam 1979. Ledakan kembar tersebut juga melukai 284 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Baca juga: Iran Berkabung atas 84 Orang Tewas dalam Dua Ledakan
“Pembalasan yang sangat kuat akan dilakukan kepada mereka melalui tangan tentara Soleimani,” kata Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber kepada wartawan di Kerman.
Sebelumnya, sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Iran, IRNA, bahwa ledakan pertama di pemakaman di Kerman, kota asal Soleimani, adalah akibat dari tindakan pelaku bom bunuh diri. “Penyebab ledakan kedua kemungkinan besar sama,” kata sumber tersebut kepada IRNA.
Baca juga: Pasukan Hash Pro-Iran di Irak Sebut AS Bunuh Komandan Senior
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) dalam sebuah pernyataan mengutuk serangan teroris pengecut di Kerman pada Rabu (3/1) dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan pemerintah Iran.
TV pemerintah menunjukkan massa berkumpul di belasan kota di Iran, termasuk Kerman, meneriakkan “Matilah Israel dan Matilah Amerika”.
Pihak berwenang Iran telah menyerukan protes massal pada Jumat (5/1), ketika pemakaman para korban ledakan kembar tersebut akan diadakan, media pemerintah melaporkan.
Korps Garda Revolusi Iran menggambarkan serangan itu sebagai tindakan pengecut yang bertujuan menciptakan ketidakamanan. Juga membalas dendam terhadap kecintaan dan pengabdian bangsa yang mendalam kepada Republik Islam.
Komandan Garda di Kerman membantah laporan media pemerintah tentang penembakan di Kerman. Presiden Iran Ebrahim Raisi mengutuk kejahatan keji dan tidak manusiawi yang terjadi pada hari Rabu. Otoritas tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei. Dia bersumpah akan membalas dendam atas pemboman tersebut.
Pada 2022 kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan di tempat suci Syiah di Iran yang menewaskan 15 orang. Serangan sebelumnya yang diklaim oleh kelompok ISIS termasuk pemboman ganda pada 2017 yang menargetkan parlemen Iran dan makam pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
AS membantah terlibat dalam ledakan tersebut dan mengatakan bahwa mereka juga tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa Israel terlibat. Dikatakan ledakan tersebut tampaknya mewakili serangan teroris yang dilakukan di masa lalu oleh kelompok ISIS.
Teheran sering menuduh musuh bebuyutannya, Israel dan AS, mendukung kelompok militan anti-Iran yang melakukan serangan terhadap Republik Islam di masa lalu. Militan Baluchi dan separatis etnis Arab juga melancarkan serangan di Iran.
Pembunuhan AS terhadap Soleimani pada 3 Januari 2020, serangan pesawat tak berawak di bandara Baghdad, dan pembalasan Teheran dengan menyerang dua pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS membuat AS dan Iran semakin dekat dengan konflik besar-besaran.
Sebagai komandan utama pasukan elit Quds, cabang Korps Garda Revolusi (IRGC) Iran di luar negeri, Soleimani menjalankan operasi rahasia di luar negeri dan merupakan tokoh kunci dalam kampanye jangka panjang Iran untuk mengusir pasukan AS dari Timur Tengah.
Ketegangan antara Iran dan Israel, bersama dengan sekutunya AS, telah mencapai titik tertinggi baru akibat perang Israel terhadap militan Hamas yang didukung Iran di Gaza sebagai pembalasan atas serangan mereka pada 7 Oktober di Israel selatan.
Milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman telah menyerang kapal yang mereka katakan memiliki hubungan dengan Israel di pintu masuk Laut Merah, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Pasukan AS mendapat serangan dari militan yang didukung Iran di Irak dan Suriah karena dukungan Washington terhadap Israel dan mereka juga melancarkan serangan udara balasan. (France24/Z-3)
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
TIM SAR gabungan dari TNI dan Basarnas kini memusatkan pencarian di kawasan pegunungan kars, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Sebuah ledakan gas meruntuhkan gedung panti jompo Silver Lake di Pennsylvania. Petugas berjibaku menyelamatkan penghuni di tengah kobaran api.
Meski menyebabkan kerusakan signifikan pada plafon dan atap bangunan, dipastikan tidak ada korban jiwa
Bangunan hancur akibat ledakan di Desa Tahunan Baru, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Plastik digunakan sebagai pembungkus struktur peledak, sementara paku digunakan untuk memberikan dampak kerusakan ledakan.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved