Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KERAJAAN Arab Saudi mengungkapkan komitmen mendorong perdamaian di Jalur Gaza, Palestina. Termasuk pula meringankan beban penduduk yang telah dijajah 75 tahun lamanya oleh Israel itu dengan menggelontorkan bantuan kemanusiaan.
"Kami terus mengupayakan gencatan senjata dan juga memberikan jalan bagi penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Ini bertujuan untuk bisa membantu masyarakat Gaza," kata Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amudi saat memberikan keterangan resmi di Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, Jakarta, Kamis (21/12).
Menurut dia, komitmen Kerajaan Arab Saudi sangat kuat untuk penduduk Palestina. Warga sipil harus mendapatkan hak-hak mereka khususnya tidak menjadi target dalam perang yang telah terjadi sejak 7 Oktober itu.
Baca juga : Dukungan untuk Partai Netanyahu Merosot Tajam
"Kami juga menolak keras tindakan tersebut yang mengakibatkan hancurnya infrastruktur yang menyebabkan tidak adanya pelayanan publik di Gaza," ujarnya.
Baca juga : Israel Kosongkan Paksa Gaza Ketika Dunia Serukan Gencatan Senjata
Gencatan senjata, kata dia, merupakan solusi jangka pendek untuk menumbuhkan perdamaian di Palestina. Pihaknya dengan berbagai macam pihak dan organisasi-organisasi internasional mencegah peningkatan eskalasi.
Selain itu, dia mengatakan negaranya telah mengirimkan sejumlah bantuan kemanusiaan untuk penduduk Palestina di Jalur Gaza yang mencapai 500 juta riyal Saudi atau sekitar Rp2 triliun. Nilai itu mencakup tiga kapal bantuan yang mengangkut 401 kontainer.
Sebanyak 289 kontainer di antaranya barang-barang berkaitan dengan kebutuhan medis dan sisanya makanan dan tenda. Arab Saudi juga telah mengirimkan 604 ton bantuan yang diangkut 27 penerbangan berikut 18 ambulans.
"Kerajaan Arab Saudi terus melakukan upaya baik secara kemanusiaan dan juga secara politik. Dan menyerukan masyarakat internasional untuk bertanggung jawab bersama-sama atas peristiwa yang terjadi di Gaza, terutama Israel dan Hamas," pungkasnya. (Z-8)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved