Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA orang tewas dan seorang luka usai seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di dua lokasi di kota Swiss selatan pada Senin (11/12). Pelaku melarikan diri dan ditangkap beberapa jam setelahnya.
"Pihak berwenang diberitahu tentang adanya orang yang terluka di tempat parkir di Sion, ibu kota wilayah Valais pada pukul 07.15 (waktu setempat)," kata keterangan polisi.
Mereka menemukan seorang perempuan berusia 34 tahun dengan luka tembak yang fatal. Seorang pria berusia 41 tahun ditembak dan dibunuh beberapa menit kemudian dan seorang perempuan berusia 49 tahun terluka.
Baca juga: Biaya Hidup Melonjak, Zurich dan Singapura jadi Kota Termahal di Dunia
"Kedua korban dan perempuan yang terluka semuanya berasal dari wilayah Valais," tambah keterangan polisi.
Sebelumnya, polisi melancarkan perburuan dan mengeluarkan seruan agar masyarakat memberikan informasi tentang pria berusia 36 tahun yang diyakini sebagai pelaku penembakan itu. Mereka memperingatkan bahwa tersangka, yang mungkin sedang melarikan diri dengan mobil convertible miliknya yang terdaftar secara lokal, mungkin bersenjata dan berbahaya dan orang-orang tidak boleh mendekatinya.
Baca juga: Penyerang Universitas Nevada Tewas setelah Menembak Minimal Tiga Orang
"Pria itu akhirnya ditangkap oleh polisi di wilayah St. Leonard," menurut pernyataan polisi.
Mereka mengatakan bahwa ia tampaknya telah mengenal korbannya, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Mereka tidak mengatakan motif apa yang mungkin dia miliki. Jaksa setempat telah membuka penyelidikan kasus ini. (CNA/Z-3)
Investigasi penembakan maut di Brown University mengungkap fakta baru. Pelaku, Claudio Valente, merekam video pengakuan yang menunjukkan tidak adanya penyesalan.
Claudio Manuel Neves Valente, tersangka penembakan massal di Brown University dan pembunuhan profesor MIT, ditemukan tewas bunuh diri.
Pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, resmi didakwa atas 59 pelanggaran berat, termasuk pembunuhan dan tindak terorisme.
Penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terjadi di Pantai Bondi, Sydney, lokasi ikonik yang selama ini identik dengan wisata dan rekreasi.
AKSI berani Al Ahmed warga Australia mendapat pujian luas. Dia melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Publik menggalang dana untuknya
Penembakan massal di Brown University menewaskan dua mahasiswa, Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov. Pelaku masih buron dua hari setelah kejadian.
Dugaan sementara, titik api dipicu oleh gangguan pada instalasi kelistrikan.
Hingga Selasa malam, total korban meninggal bencana di Sumatra mencapai 755 jiwa dan 647 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data terbaru pada dashboard penanganan bencana.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah kompleks apartemen di Hong Kong kembali meningkat.
Sebuah tornado menerjang kawasan Houston, Texas bagian tenggara, pada Senin (24/11) waktu setempat dan menyebabkan kerusakan pada lebih dari 100 rumah.
Presiden Prabowo Subianto menegur keras dunia pendidikan setelah kasus perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan kembali memakan korban jiwa.
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved