Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL autopsi terhadap tersangka utama penembakan massal di Brown University dan pembunuhan seorang profesor MIT telah dirilis. Tersangka yang diidentifikasi sebagai Claudio Manuel Neves Valente, 48, dinyatakan tewas akibat bunuh diri dua hari sebelum jasadnya ditemukan di sebuah loker penyimpanan di Salem, New Hampshire.
Laporan Jaksa Agung New Hampshire memperkirakan Valente, warga negara Portugal yang menetap di AS, meninggal pada 16 Desember 2025. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari kematian rekan senegaranya, Profesor Fisika Nuklir MIT Nuno Loureiro, yang tewas setelah ditembak di Massachusetts.
Tiga hari sebelum mengakhiri hidupnya, Valente diduga kuat sebagai pelaku penembakan brutal di gedung teknik Barus & Holley, Brown University, Rhode Island. Tragedi tersebut menewaskan dua mahasiswa, Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov, serta melukai sembilan orang lainnya.
Awalnya, kedua kejahatan tersebut tidak langsung dikaitkan. Namun, penyelidikan menemukan titik terang berkat sebuah unggahan di forum Reddit oleh seorang mantan mahasiswa tunawisma bernama "John". Informasi tersebut membantu polisi melacak pergerakan Valente di tiga negara bagian.
"Informasi tersebut mengarahkan kami pada kendaraan, yang membawa kami pada sebuah nama, lalu pada foto-foto yang cocok dengan pakaian pelaku," ujar Jaksa Agung Rhode Island, Peter Neronha. "Dia ditemukan tewas dengan tas berisi dua senjata api, serta bukti di mobil yang sangat cocok dengan apa yang kami temukan di tempat kejadian perkara di Providence."
Penyidik menemukan mobil Nissan abu-abu yang digunakan pelaku menggunakan pelat nomor Florida saat di Rhode Island, namun berganti pelat nomor Maine saat berada di Massachusetts. Pelat nomor Florida tersebut terlacak berasal dari kantor penyewaan mobil di Boston.
Valente diketahui merupakan mantan mahasiswa doktoral di Brown University dan pernah belajar bersama Profesor Loureiro di Instituto Superior Técnico, Portugal, antara tahun 1995 hingga 2000.
Meski motif resmi belum ditetapkan, mantan teman sekelas Valente, Scott Watson, mengungkapkan tersangka sering mengeluh selama masa studinya. "Dia merasa bosan karena dia tahu lebih banyak daripada kami semua, dia seharusnya sudah punya gelar PhD saat itu," ujar Watson, yang kini menjadi profesor di Syracuse University. "Dia membenci Brown dan dia membenci Providence."
Kasus ini memicu reaksi politik di tingkat nasional. Pemerintahan Trump memerintahkan penangguhan program lotre green card dengan klaim bahwa Valente menggunakan program tersebut untuk masuk ke AS. "Individu keji ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk ke negara kita," tulis Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, di platform X.
Namun, pernyataan tersebut dikoreksi oleh Kepala Polisi Providence, Oscar Perez. Ia menegaskan bahwa Valente masuk ke AS menggunakan visa pelajar dan baru menjadi penduduk tetap (permanent resident) tahun 2017.
Pemerintah Portugal menyatakan keterkejutannya atas insiden ini dan berkomitmen memberikan kerja sama penuh dalam penyelidikan yang disebut oleh Menteri Luar Negeri Paulo Rangel "masih jauh dari selesai."(The Guardian/Z-2)
Investigasi penembakan maut di Brown University mengungkap fakta baru. Pelaku, Claudio Valente, merekam video pengakuan yang menunjukkan tidak adanya penyesalan.
Pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, resmi didakwa atas 59 pelanggaran berat, termasuk pembunuhan dan tindak terorisme.
Penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terjadi di Pantai Bondi, Sydney, lokasi ikonik yang selama ini identik dengan wisata dan rekreasi.
AKSI berani Al Ahmed warga Australia mendapat pujian luas. Dia melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Publik menggalang dana untuknya
Penembakan massal di Brown University menewaskan dua mahasiswa, Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov. Pelaku masih buron dua hari setelah kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved