Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tersangka Penembakan Massal Brown University Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Thalatie K Yani
21/12/2025 10:11
Tersangka Penembakan Massal Brown University Ditemukan Tewas Bunuh Diri
Claudio Manuel Neves Valente, tersangka penembakan massal di Brown University dan pembunuhan profesor MIT, ditemukan tewas bunuh diri. (Media Sosial X)

HASIL autopsi terhadap tersangka utama penembakan massal di Brown University dan pembunuhan seorang profesor MIT telah dirilis. Tersangka yang diidentifikasi sebagai Claudio Manuel Neves Valente, 48, dinyatakan tewas akibat bunuh diri dua hari sebelum jasadnya ditemukan di sebuah loker penyimpanan di Salem, New Hampshire.

Laporan Jaksa Agung New Hampshire memperkirakan Valente, warga negara Portugal yang menetap di AS, meninggal pada 16 Desember 2025. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari kematian rekan senegaranya, Profesor Fisika Nuklir MIT Nuno Loureiro, yang tewas setelah ditembak di Massachusetts.

Tiga hari sebelum mengakhiri hidupnya, Valente diduga kuat sebagai pelaku penembakan brutal di gedung teknik Barus & Holley, Brown University, Rhode Island. Tragedi tersebut menewaskan dua mahasiswa, Ella Cook dan Mukhammad Aziz Umurzokov, serta melukai sembilan orang lainnya.

Jejak Digital di Reddit Jadi Kunci

Awalnya, kedua kejahatan tersebut tidak langsung dikaitkan. Namun, penyelidikan menemukan titik terang berkat sebuah unggahan di forum Reddit oleh seorang mantan mahasiswa tunawisma bernama "John". Informasi tersebut membantu polisi melacak pergerakan Valente di tiga negara bagian.

"Informasi tersebut mengarahkan kami pada kendaraan, yang membawa kami pada sebuah nama, lalu pada foto-foto yang cocok dengan pakaian pelaku," ujar Jaksa Agung Rhode Island, Peter Neronha. "Dia ditemukan tewas dengan tas berisi dua senjata api, serta bukti di mobil yang sangat cocok dengan apa yang kami temukan di tempat kejadian perkara di Providence."

Penyidik menemukan mobil Nissan abu-abu yang digunakan pelaku menggunakan pelat nomor Florida saat di Rhode Island, namun berganti pelat nomor Maine saat berada di Massachusetts. Pelat nomor Florida tersebut terlacak berasal dari kantor penyewaan mobil di Boston.

Hubungan Masa Lalu dan Motif

Valente diketahui merupakan mantan mahasiswa doktoral di Brown University dan pernah belajar bersama Profesor Loureiro di Instituto Superior Técnico, Portugal, antara tahun 1995 hingga 2000.

Meski motif resmi belum ditetapkan, mantan teman sekelas Valente, Scott Watson, mengungkapkan tersangka sering mengeluh selama masa studinya. "Dia merasa bosan karena dia tahu lebih banyak daripada kami semua, dia seharusnya sudah punya gelar PhD saat itu," ujar Watson, yang kini menjadi profesor di Syracuse University. "Dia membenci Brown dan dia membenci Providence."

Kontroversi Status Imigrasi

Kasus ini memicu reaksi politik di tingkat nasional. Pemerintahan Trump memerintahkan penangguhan program lotre green card dengan klaim bahwa Valente menggunakan program tersebut untuk masuk ke AS. "Individu keji ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk ke negara kita," tulis Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, di platform X.

Namun, pernyataan tersebut dikoreksi oleh Kepala Polisi Providence, Oscar Perez. Ia menegaskan bahwa Valente masuk ke AS menggunakan visa pelajar dan baru menjadi penduduk tetap (permanent resident) tahun 2017.

Pemerintah Portugal menyatakan keterkejutannya atas insiden ini dan berkomitmen memberikan kerja sama penuh dalam penyelidikan yang disebut oleh Menteri Luar Negeri Paulo Rangel "masih jauh dari selesai."(The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik