Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 24 orang tewas akibat sambaran petir di Gujarat, India Barat. Sambaran petir di daerah tersebut terjadi secara berkali-kali selama dua hari berturut-turut sejak Minggu, (26/22) hingga Senin, (27/11). Selain korban tewas, sedikitnya 23 orang juga terluka akibat sambaran petir.
Para pejabat pemerintah mengatakan hujan deras masih terus berlanjut hingga Senin (27/11) pagi. Gujarat dilanda hujan lebat yang disertai dengan badai petir serta hujan es.
Hujan juga menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah dan hilangnya ternak di seluruh negara bagian. Sedikitnya 40 ekor hewan ternak juga tewas.
Baca juga: Militer India Bawa Peralatan Khusus Selamatkan 41 Pekerja dari Terowongan Bawah Tanah
"Kami akan segera memulai sebuah survei untuk menilai kerugian yang diderita," kata Menteri Pertanian Gujarat Raghavji Patel pada hari Senin, (27/11).
Dia menambahkan bahwa kompensasi akan diberikan kepada para korban berdasarkan hasil survei tersebut.
Departemen Meteorologi India (IMD) memperkirakan curah hujan akan terus berlanjut di beberapa bagian negara bagian ini pada hari Senin (27/11).
Baca juga: Terjebak di Terowongan Himalaya, 41 Pekerja Berharap Selamat
Menteri Dalam Negeri Federal India, Amit Shah, yang bersama dengan Perdana Menteri Narendra Modi berasal dari Gujarat, mengatakan ia sangat sedih atas jatuhnya korban jiwa.
Gujarat tidak asing dengan bencana yang berhubungan dengan hujan, tetapi hujan badai yang begitu besar tidak diperkirakan terjadi di negara bagian ini selama bulan-bulan musim dingin, dan hujan lebat membuat banyak orang lengah.
Pada bulan Agustus 2020, 14 orang tewas di negara bagian ini hanya dalam waktu dua hari dalam berbagai insiden yang berkaitan dengan hujan lebat dan banjir.
Setahun sebelumnya, pada Agustus 2019, 31 orang tewas di negara bagian ini dalam insiden terkait hujan. Sementara banjir bandang dan petir menewaskan puluhan orang di India setiap tahunnya, para ilmuwan memperingatkan bahwa peningkatan suhu global mengakibatkan serangkaian peristiwa cuaca ekstrem.
(Al Jazeera/Z-9)
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, turun langsung menemui para petani korban tersambar petir di Kecamatan Kasemen.
Empat petani di Lingkungan Wadas Badamusalam Barat, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, meninggal dunia setelah tersambar petir pada Selasa (2/11) petang.
Melihat kondisi suaminya tergeletak, Ela pun meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang berdatangan sudah mendapati korban tak bernyawa.
Seorang remaja berinisial RP, 16, warga Kampung Ciloa, Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat meninggal setelah tersambar petir.
Peristiwa itu terjadi ketika tiga lelaki pekerja pemotong padi dan dua perempuan pekerja pengangkut nibai (berkas malai yang sudah dipotong) tersebut sedang beraktivitas di lahan sawah.
Dua prajurit TNI tersambar petir di jalan Raya Mabes Hankam, Cilangkap, Jakarta Timur, menyebabkan satu tewas dan satu lainnya luka.
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved