Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kapal tanker yang terkait dengan perusahaan yang berafiliasi dengan Israel disita di lepas pantai Yaman pada hari Minggu (26/11), oleh orang-orang bersenjata tak dikenal. Demikian pernyataan seorang pejabat pertahanan Amerika Sserikat.
“Ada indikasi bahwa sejumlah orang bersenjata tak dikenal menduduki M/V Central Park di Teluk Aden pada 26 November. Pasukan AS dan koalisi berada di sekitar lokasi dan kami terus memantau situasinya,” kata pejabat tersebut kepada AFP.
Perusahaan keamanan maritim Ambrey mengatakan bahwa pasukan angkatan laut AS terlibat dalam situasi ini setelah insiden yang melibatkan kapal Central Park, yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan yang berbasis di Inggris dan terkait dengan Israel.
Baca juga : Houthi Bajak Kapal Israel dan Tahan 25 Awaknya
Pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman sebelumnya mengancam akan menyerang kapal tanker tersebut jika tidak dialihkan ke pelabuhan Hodeida, katanya.
"Komunikasi dari kapal perang koalisi AS telah disadap dan memperingatkan Central Park untuk mengabaikan pesan tersebut," tambah Ambrey.
Baca juga : Sita Galaxy Leader, Huthi Ancam Lebih Banyak Kapal di Laut Merah
"Penyitaan tersebut terjadi di lepas pantai kota pelabuhan Aden di Yaman, dan kapal lain di wilayah tersebut melaporkan didekati oleh delapan orang dengan dua perahu kecil yang mengenakan seragam militer," kata Ambrey.
Hal ini terjadi setelah seorang pejabat pertahanan AS mengatakan sebuah kapal kargo milik Israel rusak akibat dugaan serangan pesawat tak berawak Iran di Samudera Hindia pada hari Jumat lalu, dan seminggu setelah Houthi menyita Galaxy Leader, sebuah kapal kargo yang terkait dengan Israel di Laut Merah bagian selatan.
Kelompok Huthi, yang menyatakan diri mereka sebagai bagian dari “poros perlawanan” kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran, telah melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel sejak Oktober, menyusul serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh militan Hamas terhadap Israel.
Israel telah berjanji untuk "menghancurkan" Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, setelah militan Palestina membunuh sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 240 orang pada 7 Oktober, menurut pihak berwenang Israel.
Pemerintah Hamas di Gaza mengatakan hampir 15.000 orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas dalam pemboman udara Israel dan operasi darat di wilayah Palestina sejak saat itu. Israel juga menahan ribuan warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan. (AFP/Z-4)
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Seruan Donald Trump agar sekutu kirim kapal perang ke Selat Hormuz sepi respons. Iran blokade jalur energi utama dunia bagi AS, picu lonjakan harga minyak global.
PEMERINTAH Jepang mempertimbangkan pengiriman kapal perang ke Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta sekutu membantu mengawal tanker minyak.
Serangkaian serangan menghantam kapal tanker di Selat Hormuz. Satu awak tewas, operasional pelabuhan minyak Irak terhenti, dan IRGC klaim keterlibatan.
Garda Revolusi Iran menunggu langkah AS yang berencana mengawal kapal di Selat Hormuz. Ketegangan kawasan membuat lalu lintas kapal di jalur energi dunia itu menurun.
Kapal tanker Prima dihantam drone kamikaze Iran di Selat Hormuz (7/3) setelah abaikan peringatan IRGC di tengah blokade total jalur energi dunia selama 8 hari.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved