Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

AS Sita Kapal Tanker The Skipper, Diduga Angkut Minyak Terlarang dari Venezuela dan Iran

Thalatie K Yani
11/12/2025 06:20
AS Sita Kapal Tanker The Skipper, Diduga Angkut Minyak Terlarang dari Venezuela dan Iran
Departemen Kehakiman AS menyita kapal tanker “The Skipper” yang diduga terlibat jaringan pengiriman minyak ilegal dari Venezuela dan Iran. (US Department of Justice)

JAKSA Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, mengumumkan penyitaan sebuah kapal tanker minyak yang telah lama dikenai sanksi. Kapal itu diduga terlibat dalam jaringan pengiriman minyak ilegal yang mendukung organisasi teroris asing. Informasi tersebut ia sampaikan melalui media sosial, disertai video yang menampilkan proses penyitaan.

Bondi menjelaskan FBI, Homeland Security Investigations, dan Penjaga Pantai AS, dengan dukungan Departemen Pertahanan, melaksanakan surat perintah penyitaan terhadap kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak yang dikenai sanksi dari Venezuela dan Iran. Ia menegaskan operasi tersebut dilakukan “secara aman dan terjamin” di lepas pantai Venezuela, serta penyelidikan terkait “pengangkutan minyak yang dikenai sanksi” masih berlanjut.

Menurut tiga sumber yang dikutip CBS, mitra media BBC di AS, kapal tanker yang disita tersebut bernama The Skipper. Bondi sebelumnya menyebut kapal itu diduga terlibat dalam “jaringan pengiriman minyak ilegal yang mendukung organisasi teroris asing”.

Cuplikan video berdurasi 45 detik yang diunggah Bondi di platform X menunjukkan helikopter mendekati sebuah tanker serta tampak personel yang diduga pasukan AS naik ke atas kapal. BBC menyebut akan memberikan pembaruan lebih lanjut saat informasi tersedia.

Maduro - Trump

Ketegangan antara AS dan Venezuela terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump merupakan kritikus lama Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang ia sebut sebagai “diktator yang mengerikan” dalam sebuah wawancara Fox News tahun ini. Ketika ditanya apakah ia menuntut Maduro mundur dari jabatan, Trump menjawab: “Kami akan mengerjakan kebijakan itu.”

Dalam beberapa bulan terakhir, militer AS meningkatkan kehadiran besar-besaran di Laut Karibia, termasuk pengerahan kapal perang, jet tempur, pembom, Marinir, drone, dan pesawat mata-mata, yang disebut sebagai pengerahan terbesar dalam beberapa dekade. AS juga telah melakukan serangan udara terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba di Karibia dan Pasifik timur.

Trump menuduh Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba. Maduro llangsung membantah tuduhan itu. Trump mengaku telah memberi wewenang kepada CIA untuk melakukan operasi rahasia di Venezuela. Trump juga mengatakan AS “sedang melihat wilayah darat sekarang”, merujuk pada kemungkinan operasi militer di wilayah Venezuela.

Pada Agustus lalu, AS menaikkan hadiah menjadi US$50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Maduro. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya