Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Perdana Menteri Israel Yair Lapid bereaksi terhadap serangan mendadak Hamas terhadap Israel dari Gaza. Menurut dia konflik ini harus diselesaikan dengan membangun solusi untuk dua negara.
"Kita memerlukan solusi dua negara Saya masih yakin ini mungkin dan ini juga demi kepentingan terbaik negara Israel," kata dia, Rabu, (11/10).
Menurut dia serangan kelompok militan Palestina, Hamas, telah mencetak sejarah kelam bagi Israel. Serangan pada Sabtu (7/10), merupakan yang terburuk sejak pembantaian Yahudi atau dikenal dengan Holocaust.
Baca juga: Uni Eropa Sebut Aksi Israel di Gaza Langgar Hukum Internasional
Meski mengakui bahwa serangan teror keji tersebut merupakan kegagalan intelijen besar bagi Israel, ia mengatakan prioritas Israel adalah fokus pada menghilangkan semua kemampuan teror yang dimiliki Hamas.
“Akhirnya adalah, tidak akan ada Hamas di Gaza ,” katanya.
Baca juga: Dukung Israel, Kylie Jenner Kehilangan Ratusan Ribu Pengikut di Instagram
Lapid menambahkan Otoritas Palestina harus mengambil alih Gaza seperti yang terjadi sebelumnya.
"Saat ini, apa yang kami bertekad lakukan hanyalah memastikan tidak akan ada Hamas dan tidak ada kemampuan Hamas di Gaza," ujarnya.
Pemimpin oposisi Israel ini mengklaim bahwa Hamas membunuh orang-orang yang tidak bersalah bukan karena mereka menginginkan negara Palestina. Tetapi alasan utamanya karena Hamas menginginkan wilayah Islam menyebar ke seluruh dunia.
Lapid menekankan bahwa Israel tidak tertarik dengan konflik regional dengan Lebanon atau Iran, dan menambahkan bahwa peringatan telah disampaikan kepada Hizbullah di Lebanon dan warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Dia mengatakan dia mendukung keputusan menteri pertahanan Israel yang memberlakukan pengepungan total terhadap Gaza, memutus pasokan makanan dan listrik untuk 2,2 juta penduduknya. Menolak kritik PBB terhadap pengepungan tersebut, dia mengatakan Hamas harus disalahkan.
(France24/Z-9)
Presiden AS Donald Trump tegas menolak rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. Kebijakan ini memicu kecaman keras dari PBB, Indonesia, hingga negara Arab.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
SEKRETARIS Jenderal DPP PKS, Muhammad Kholid, mengecam keras serangan militer Israel ke tenda pengungsian di selatan Jalur Gaza yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026).
BADAN pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menghantam sejumlah lokasi di Jalur Gaza pada Sabtu (31/1).
PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras rangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina, yang terus berulang.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) belum menerima informasi soal pembukaan kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir dan masih berkomunikasi dengan otoritas Israel.
Bantuan ambulans dari warga Karawang ini merupakan respons terhadap mendesaknya kebutuhan layanan kesehatan darurat di Jalur Gaza yang kian memprihatinkan.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah pemerintah masuk dan mengambil peran dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Jalur Gaza.
MENTERI Luar Negeri Sugiono menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari komitmen aktif pemerintah untuk mendorong perdamaian di Palestina.
Smotrich ungkap ultimatum BoP untuk Hamas. Indonesia evaluasi peran di BoP demi tetap bebas aktif dan kawal kemerdekaan Palestina di tengah skeptisisme global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved