Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi kuat disusul banyak gempa susulan telah menewaskan lebih dari 100 orang di Afghanistan Barat. Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan jumlah korban jiwa dapat bertambah seiring dengan upaya pencarian dan penyelamatan yang terus berlanjut.
Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter melanda 40 km (24 mil) terjadi sebelah barat kota Herat sekitar pukul 11.00 waktu setempat Sabtu (7/10) dengan gempa susulan yang kuat terasa di Provinsi Badghis dan Farah yang berdekatan.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan bahwa gempa tersebut menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai lebih dari 500 orang.
Laporan situasi dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA) menambahkan bahwa ada perkiraan yang belum dikonfirmasi bahwa sebanyak 320 orang telah meninggal.
"Para mitra dan pihak berwenang setempat mengantisipasi jumlah korban akan meningkat seiring dengan upaya pencarian dan penyelamatan yang terus berlanjut di tengah-tengah laporan bahwa beberapa orang mungkin terjebak di bawah bangunan yang runtuh," kata OCHA.
Di Kota Herat, seorang warga Abdul Shakor Samadi mengatakan bahwa gempa tersebut diikuti oleh setidaknya lima kali getaran kuat sekitar tengah hari pada hari Sabtu.
"Semua orang keluar dari rumah," kata Samadi.
"Rumah-rumah, kantor-kantor dan toko-toko semuanya kosong dan ada kekhawatiran akan adanya gempa susulan. Saya dan keluarga saya sedang berada di dalam rumah, saya merasakan gempa,” tambahnya.
Keluarganya mulai berteriak dan berlari ke luar, mereka takut untuk kembali ke dalam rumah.
Survei Geologi Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa pusat gempa berada sekitar 40 km barat laut Kota Herat. Gempa ini diikuti oleh tiga gempa susulan yang sangat kuat, dengan kekuatan 6,3 SR, 5,9 SR, dan 5,5 SR, serta guncangan yang lebih kecil.
Sementara itu, Juru bicara otoritas bencana Mohammad Abdullah Jan mengatakan gempa dan gempa susulan merusak rumah-rumah di empat desa di distrik Zenda Jan di Provinsi Herat. Ada juga laporan mengenai kerusakan yang meluas pada rumah-rumah di provinsi Farah dan Badges.
Organisasi Kesehatan Dunia di Afghanistan menyatakan mereka telah mengirimkan 12 ambulans ke Zenda Jan untuk mengevakuasi para korban ke rumah sakit.
"Karena kematian dan korban jiwa akibat gempa terus dilaporkan, tim-tim berada di rumah sakit untuk membantu perawatan korban luka dan menilai kebutuhan tambahan," kata badan PBB tersebut.
"Ambulans yang didukung WHO mengangkut mereka yang terkena dampak, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak,” sebutnya.
Abdul Ghani Baradar, wakil perdana menteri yang ditunjuk Taliban untuk urusan ekonomi, menyampaikan belasungkawa kepada para korban tewas dan luka-luka di Herat dan Badghis.
Taliban mendesak organisasi-organisasi lokal untuk mencapai daerah-daerah yang dilanda gempa sesegera mungkin untuk membantu membawa para korban luka-luka ke rumah sakit, menyediakan tempat tinggal bagi para tunawisma, dan memberikan makanan kepada para korban yang selamat.
Mereka menambahkan bahwa badan-badan keamanan harus menggunakan semua sumber daya dan fasilitas mereka untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah puing-puing.
"Kami meminta rekan-rekan kami yang kaya untuk memberikan kerja sama dan bantuan apa pun yang memungkinkan kepada saudara-saudara kami yang menderita," pungkas Taliban di media sosial X.
(aljazeera/Z-9)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
Secara rinci, BPBD menjelaskan tercatat rumah rusak di 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas kesehatan 3 titik.
SEJUMLAH rumah dilaporkan mengalami kerusakan usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1) kemarin.
BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa maupun gempa susulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan pusat gempa berada di darat, sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved