Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
IBU Negara Ukraina Olena Zelenska meminta para pemimpin dunia untuk membantu memastikan kembalinya ribuan anak-anak Ukraina yang diambil secara paksa oleh Rusia.
Permintaan itu disampaikan Zelenska setelah Media Pemerintah Belarusia mempublikasikan foto-foto puluhan anak-anak Ukraina yang tiba di Belarusia dari sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Zelenska mengatakan bahwa lebih dari 19.000 anak-anak Ukraina telah dipindahkan atau dideportasi secara paksa ke Rusia atau wilayah-wilayah yang didudukinya.
Baca juga : Lebih dari 500 Anak di Ukraina Tewas akibat Perang
Sejauh ini, hanya 386 orang anak yang telah dikembalikan ke negara asalnya.
"Di Rusia, mereka diberitahu bahwa orang tua mereka tidak membutuhkan mereka, bahwa negara mereka tidak membutuhkan mereka, bahwa tidak ada yang menunggu mereka," kata Zelenska saat berbicara di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga : Biden Ajak Dunia Bantu Ukraina
"Anak-anak yang diculik diberitahu bahwa mereka bukan lagi anak-anak Ukraina, mereka adalah anak-anak Rusia,” sebutnya.
Diketahui kantor berita milik pemerintah Belarus, melaporkan 48 anak dari wilayah Donetsk, Luhansk, dan Zaporizhia tiba di negara yang merupakan sekutu dekat Rusia itu untuk menjalani liburan selama tiga minggu. Anak-anak itu tampak turun dari kereta sambil membawa ransel dan koper. Bahkan sebagian besar mereka terlihat serius dan antusias.
Belta menambahkan bahwa inisiatif ini diselenggarakan oleh sebuah badan amal Belarusia yang didukung oleh Presiden Alexander Lukashenko, yang sebelumnya menyebut pemindahan itu didanai oleh negaranya sebagai program pemulihan.
"Presiden, meskipun ada tekanan dari luar, mengatakan bahwa proyek kemanusiaan yang penting ini harus dilanjutkan," kata Alexei Talai, kepala badan amal tersebut.
"Semua orang Belarusia, ingin membantu anak-anak dari kota-kota yang bobrok dan kota-kota di wilayah-wilayah baru Rusia,” ujarnya.
Sebelumnya, Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan komisioner hak-hak anak Rusia, Maria Lvova-Belova.
Para hakim di Den Haag mengatakan bahwa mereka menemukan alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa keduanya bertanggung jawab atas kejahatan perang, termasuk deportasi dan pemindahan anak-anak secara ilegal dari wilayah-wilayah yang diduduki Ukraina ke Rusia. (Aljazeera/Z-4)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
MEMASUKI tahun kelima invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, belum ada tanda-tanda penyelesaian perang ini yang stabil.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Serangan drone Rusia di Ukraina timur menewaskan 12 penambang dan menghantam rumah sakit bersalin di Zaporizhzhia di tengah suhu ekstrem dan penundaan perundingan damai.
Serangan drone Rusia menghantam kereta penumpang di Kharkiv, menewaskan sedikitnya 4 orang. Zelensky sebut serangan sipil ini murni aksi terorisme.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved