Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN pada Senin (18/9/2023) menyuarakan harapannya bahwa pertukaran tahanan dengan Amerika Serikat akan dilakukan pada hari yang sama. Ini setelah Teheran memperoleh akses terhadap dana sebesar US$6 miliar yang dibekukan oleh sekutu AS, Korea Selatan.
Berdasarkan perjanjian tersebut, yang sebelumnya dikonfirmasi oleh Washington dan Teheran, Iran akan membebaskan lima warga AS dari tahanan dan, menurut Iran, Amerika Serikat akan membebaskan lima warga Iran. Amerika Serikat dan Iran juga menyetujui pencairan dana senilai US$6 miliar yang telah lama dibekukan oleh Korea Selatan karena sanksi AS untuk ditransfer ke rekening di Qatar untuk dana kemanusiaan.
"Kami berharap memiliki akses total terhadap aset-aset Iran hari ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani pada konferensi pers di Teheran. Pertukaran tahanan akan dilakukan pada hari yang sama dan lima warga Iran yang dipenjara di Amerika akan dibebaskan.
Baca juga: Gedung Putih Bantah Beri Tebusan ke Iran
Pertukaran tersebut ditengahi melalui negara-negara Teluk karena Iran dan Amerika Serikat tidak memelihara hubungan diplomatik. Iran telah menghasilkan US$6 miliar melalui penjualan minyak ke Korea Selatan yang membekukan dana tersebut setelah Amerika Serikat di bawah mantan presiden Donald Trump menerapkan kembali sanksi ketika ia menarik diri dari perjanjian nuklir penting.
Kelima orang Amerika tersebut--semua dianggap warga negara Iran oleh Teheran yang menolak kewarganegaraan ganda--dibebaskan menjadi tahanan rumah ketika kesepakatan itu disetujui bulan lalu.
Di antara orang Amerika itu ialah Siamak Namazi, seorang pengusaha yang ditangkap pada 2015 atas tuduhan mata-mata yang ditolak keluarganya. Yang lain ialah pelestari satwa liar Morad Tahbaz, pemodal ventura Emad Sharqi, dan dua lainnya tidak mau disebutkan nama.
Baca juga: Presiden Raisi: Barat telah Gagal Mengisolasi Iran
Pekan lalu, kantor berita resmi IRNA mengidentifikasi lima tahanan asal Iran. Mereka termasuk Reza Sarhangpour dan Kambiz Attar Kashani. Keduanya dituduh melanggar sanksi AS terhadap Teheran.
Tahanan ketiga, Kaveh Lotfolah Afrasiabi, ditahan di rumahnya dekat Boston pada2021 dan didakwa menjadi agen pemerintah Iran, menurut pejabat AS. Dua lainnya, Mehrdad Moein Ansari dan Amin Hasanzadeh, yang termasuk dalam perjanjian itu dikatakan memiliki hubungan dengan pasukan keamanan Iran.
Dari lima warga Iran yang akan dibebaskan, dua orang akan kembali ke Iran sementara dua lainnya akan tetap berada di Amerika Serikat, atas permintaan mereka, kata Kanani. Tahanan Iran kelima akan melakukan perjalanan ke negara ketiga, tambahnya.
Gedung Putih membantah bahwa pencairan dana Iran sebenarnya merupakan pembayaran tebusan. Pemerintahan Presiden Joe Biden berkeras bahwa Iran hanya akan diizinkan menggunakan uang itu untuk membeli makanan, obat-obatan, dan barang-barang kemanusiaan lain.
Iran, yang sangat memusuhi AS sejak Revolusi Islam menggulingkan rajanya yang pro-Barat pada 1979, membantah ada pembatasan terhadap pengeluaran dana. Kanani dari Iran berkeras bahwa uang itu akan memungkinkan Teheran untuk membeli semua barang yang tidak terkena sanksi, bukan hanya makanan dan obat-obatan.
Biden menjabat dengan harapan memulihkan perjanjian nuklir penting pada 2015 saat Iran berjanji untuk membatasi proyek nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi. Namun perundingan berbulan-bulan gagal menghasilkan terobosan.
Prospek untuk menyelesaikan perselisihan ini semakin merosot setelah protes pecah di Iran setahun yang lalu menyusul kematian Mahsa Amini dalam tahanan. Mahsa ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian Islam di negara tersebut.
Pencairan dana dan para tahanan akan dilakukan hanya beberapa hari setelah ulang tahun pertama kematiannya. Biden dan Presiden Iran Ebrahim Raisi berada di New York untuk menghadiri Majelis Umum tahunan PBB, meskipun mereka diperkirakan tidak akan bertemu. (AFP/Z-2)
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
Bendera inovasi industri manufaktur Indonesia berkibar di panggung global setelah TRK Valves tampil sebagai satu-satunya perwakilan industri manufaktur nasional dalam ajang LNG 2026.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ARAB Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya untuk membujuk Presiden AS Donald Trump agar tidak menyerang Iran, karena khawatir akan dampak buruk yang serius di kawasan itu.
Eskalasi ketegangan meningkat. AS keluarkan peringatan perjalanan di Qatar, Inggris tutup kedutaan di Iran, dan ruang udara Iran resmi ditutup sebagian.
AS, Qatar, dan Israel mengadakan pertemuan trilateral di New York pada Minggu (7/12). Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan itu kepada AFP, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved