Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN kucing di Polandia terbukti positif terkena influenza, sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (17/7). Menurut pernyataan WHO, ada sebanyak 29 dari 47 sampel kucing yang diambil positif influenza (H5N1) pada Selasa (11/7) pekan lalu.
Disebutkan pula bahwa 14 kucing disuntik mati dan 11 kucing lainnya ditemukan mati, dengan kematian terbaru dilaporkan pada 30 Juni.
Belum diketahui pasti apakah kucing-kucing itu terpapar virus, namun penyelidikan terhadap fenomena epizootik (berkenaan dengan serangan penyakit terhadap banyak hewan dari jenis penyakit yang sama pada waktu yang sama) masih berlangsung, kata badan kesehatan dunia itu.
Baca juga : Kucing Mati Mendadak di Sunter Agung Bertambah, Total 22 Ekor
H5N1 adalah salah satu subtipe virus influenza A yang menyebabkan penyakit flu burung. Meski sebelumnya terdapat laporan infeksi influenza sporadis pada kucing, kali ini merupakan pertama kalinya sejumlah besar kucing yang terinfeksi ditemukan tersebar di sebagian besar wilayah, katanya.
WHO juga mengatakan bahwa risiko infeksi manusia usai melakukan kontak dengan kucing yang terinfeksi secara nasional masih rendah untuk masyarakat umum.
Baca juga : Di AS, Anjing dan Kucing Dikerahkan untuk Atasi Tikus yang Menyerbu Washington
Sementara itu, terdapat risiko sedang bagi pemilik kucing dan mereka yang melakukan kontak dengan kucing yang terinfeksi H5N1 selama bertugas, seperti dokter hewan, tanpa menggunakan alat pelindung diri yang tepat. (Ant/Z-4)
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Kolaborasi bernama BICOLLAB ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, sistem kualitas, dan prosedur biosafety di BBVet Wates.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Peneliti UC Davis menemukan virus corona pada kucing (FIP) mampu menginfeksi berbagai sel imun dan "bersembunyi". Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi fenomena Long covid pada manusia.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan kucing lebih vokal saat menyapa pemilik pria dibanding perempuan. Apakah ini bentuk manipulasi atau sekadar adaptasi sosial?
Studi terbaru mengungkap dua peristiwa pendinginan global mengubah bentuk tubuh hewan karnivora dari musang menjadi kucing dan beruang. Simak faktanya!
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved