Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UKRAINA menuduh Rusia menanam bahan peledak di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Kini giliran Kremlin menilai Kyiv merencanakan sabotase fasilitas itu.
Kremlin pada Rabu (5/7) waktu setempat, memperingatkan bahwa Kyiv sedang mempersiapkan provokasi di Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia. PLTN itu menjadi titik nyala yang menjadi perhatian dalam konflik di Ukraina.
"Situasinya cukup tegang karena ancaman sabotase dari rezim Kyiv sangat tinggi. Sabotase yang bisa menimbulkan konsekuensi bencana," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Baca juga: Rudal Rusia di Lviv Tewaskan Empat Orang
Komentar itu muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada rekannya dari Prancis Emmanuel Macron bahwa Rusia sedang merencanakan provokasi berbahaya di PLTN terbesar di Eropa itu.
Rusia dan Ukraina secara teratur saling menuduh membahayakan keselamatan orang-orang di PLTN sejak Kremlin meluncurkan permusuhan besar-besaran di Ukraina Februari lalu.
"Rezim Kyiv telah berulang kali menunjukkan kesiapannya untuk tidak mengesampingkan apa pun. Baru-baru ini, kami melihat ini selama ledakan pembangkit listrik tenaga air Kakhovskaya, juga dengan konsekuensi yang mengerikan," kata Peskov.
Baca juga: Rusia Tuduh Barat Dalangi Serangan Drone Ukraina
Kyiv dan sekutunya mengatakan pasukan Moskow bulan lalu menghancurkan bendungan Kakhovka yang dikuasai Rusia, membanjiri sebagian besar wilayah Kherson, menyebabkan puluhan orang tewas dan memaksa ribuan orang mengungsi.
"Semua tindakan sedang diambil untuk melawan ancaman seperti itu," kata Peskov, mengacu pada Zaporizhzhia.
Penasihat badan nuklir Rusia, Rosatom, Renat Karchaa, menuduh Kyiv awal pekan ini merencanakan serangan ke Zaporizhzhia. Badan energi nuklir internasional PBB (IAEA) telah mengerahkan tim ke fasilitas tersebut. (AFP/Z-6)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
Kita harus jujur mengakui, selama lima dekade perjalanan Indonesia dalam isu nuklir, selalu tersandung pada simpul yang sama: komitmen yang mudah diucapkan, tapi rapuh ketika diuji.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan telah bertemu dengan pihak dari Kanada dan Rusia membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia.
Pemerintah harus mengirim tenaga ahli ke negara-negara maju yang telah mengoperasionalkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sebagai subholding dari PT Pertamina menyatakan keinginan untuk mengembangkan PLTN di Indonesia.
Kehadiran lembaga ini ditujukan untuk mendukung percepatan transisi energi bersih dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved