Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK Rusia mengatakan serangan pesawat tak berawak atau drone Ukraina di wilayahnya dibantu Amerika Serikat (AS) dan NATO. Komentar itu dilontarkan setelah lima pesawat tak berawak dilumpuhkan di dekat Moskow Selasa (4/6).
"Negara-negara Barat sedang melatih operator drone dan memberikan (laporan) intelijen yang diperlukan untuk melakukan kejahatan semacam itu,” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Moskow mengatakan Barat telah memungkinkan Ukraina untuk melakukan serangan pesawat tak berawak. Aksi tersebut dicap sebagai serangan teroris.
Baca juga: Pertahanan Udara Ukraina Rapuh, Zelensky Minta Bantuan Barat
"Serangan ini tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan yang diberikan kepada rezim Kyiv oleh AS dan sekutu NATO-nya," tambah pernyataan tersebut.
Serangan ini menjadi yang terbaru dalam setelah di Kremlin dan kota-kota Rusia di dekat perbatasan dengan Ukraina. Militer Rusia mengatakan, telah menjatuhkan kelima drone dan tidak ada kerusakan atau korban jiwa dari serangan dini hari itu.
Baca juga: Rusia Serang Kyiv, Ukraina Beri Perlawan Sengit di Donetsk
Layanan darurat yang dikutip oleh kantor berita RIA Novosti milik pemerintah mengatakan, salah satu drone dilumpuhkan di Kubinka, sekitar 40 kilometer dari Bandara Internasional Vnukovo, di mana lalu lintas udara sempat terganggu.
Pada awal Mei, dua drone ditembak jatuh di atas Kremlin, dan kemudian di bulan yang sama drone menghantam gedung tinggi Moskow. (AFP/Z-6)
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved