Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pria bersenjatakan empat pistol menewaskan dua orang dan melukai lima orang lainnya ketika ia menembaki kerumunan orang setelah upacara kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Richmond, Virginia, Amerika Serikat, (AS). Kejadian ini menambah deretan tragedi penembakan atau kekerasan dengan senjata api di sekolah AS.
Kepolisian setempat mengatakan mereka menangkap satu tersangka, seorang pria berusia 19 tahun. Penangkapan dilakukan sesaat setelah penembakan pada hari Selasa (6/6) di dekat teater tempat upacara kelulusan yang berdekatan dengan kampus Virginia Commonwealth University.
"Tersangka kemungkinan akan didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan tingkat dua di samping pelanggaran lainnya," kata Kepala Polisi Richmond, Rick Edwards dalam sebuah konferensi pers.
Baca juga: Penembakan di Sekolah di Beograd, Sembilan Orang Tewas
Edwards menyebut perilaku penyerang menjijikkan dan pengecut, karena perselisihannya tampaknya hanya dengan satu orang.
"Korban tewas adalah pria berusia 18 dan 36 tahun," kata Edwards.
Di antara korban luka, seorang pria berusia 31 tahun mengalami luka yang mengancam jiwa dan empat pria lainnya yang berusia 14, 32, 55 dan 58 tahun diperkirakan akan selamat.
Baca juga: Terjadi Lagi! Remaja Lakukan Penembakan Massal di Sebuah Pesta di Mississippi, AS
Selain itu, Edwards menambahkan seorang anak perempuan berusia sembilan tahun tertabrak mobil dalam kekacauan yang terjadi. Sementara beberapa orang lainnya terluka karena terjatuh atau menderita kegelisahan akut.
"Tersangka melarikan diri dari tempat kejadian dengan berjalan kaki dan ditangkap dengan kepemilikan empat pistol, tiga di antaranya mungkin telah ditembakkan,” ujar Edwards.
Richmond Public Schools mengatakan dalam sebuah pesan di laman web-nya penembakan itu terjadi di Monroe Park, yang berada di seberang jalan dari teater dan bersebelahan dengan kampus, setelah upacara kelulusan untuk Sekolah Menengah Huguenot.
Pengawas Sekolah Umum Richmond, Jason Kamras, mengatakan upacara kelulusan telah berakhir dan para lulusan baru sedang berada di luar, berfoto bersama keluarga dan teman-teman mereka ketika penembakan terjadi.
"Ketika Anda memiliki kerumunan orang seperti ini, orang-orang yang tidak bersalah akan terjebak dalam kekacauan dan itulah yang terjadi hari ini,” tegas Edwards.
AS telah terbiasa dengan penembakan massal di tempat-tempat umum seperti sekolah, pusat perbelanjaan dan gereja.
(Aljazeera/Z-9)
Presiden Trump umumkan deeskalasi di Minneapolis pasca penembakan fatal warga sipil oleh agen federal.
Terjadi penembakan di Arivaca, Arizona melibatkan agen Patroli Perbatasan AS. FBI dan Sheriff Pima selidiki penggunaan kekuatan setelah satu korban dinyatakan kritis.
Investigasi atas penembakan Alex Pretti di Minneapolis mengungkap perbedaan tajam antara klaim pemerintah dan rekaman video. Keluarga korban sebut narasi pemerintah sebagai "kebohongan".
NRA dan kelompok lobi senjata AS menuntut transparansi dalam kasus penembakan perawat Alex Pretti di Minneapolis. Ada perbedaan versi antara saksi dan pemerintah.
Kesaksian baru mengungkap detik-detik penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Otoritas Minnesota gugat pemerintahan Trump atas dugaan penghilangan barang bukti.
Analisis video CNN mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus penembakan Alex Pretti. Agen federal tampak telah mengamankan senjata sebelum tembakan fatal beruntun terjadi.
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Investigasi penembakan maut di Brown University mengungkap fakta baru. Pelaku, Claudio Valente, merekam video pengakuan yang menunjukkan tidak adanya penyesalan.
Claudio Manuel Neves Valente, tersangka penembakan massal di Brown University dan pembunuhan profesor MIT, ditemukan tewas bunuh diri.
Pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, resmi didakwa atas 59 pelanggaran berat, termasuk pembunuhan dan tindak terorisme.
Penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terjadi di Pantai Bondi, Sydney, lokasi ikonik yang selama ini identik dengan wisata dan rekreasi.
AKSI berani Al Ahmed warga Australia mendapat pujian luas. Dia melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Publik menggalang dana untuknya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved