Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan lebih dari 550.000 pengungsi Suriah di Turki telah kembali ke daerah-daerah yang telah dibersihkan dari terorisme.
"Kami telah memulangkan 553.000 imigran ke daerah-daerah yang telah kami bersihkan dari terorisme,” kata Cavusoglu dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara langsung di saluran NTV.
Cavusoglu menyebut adapun 240.000 rumah akan dibangun di Suriah utara, di mana 1 juta pengungsi akan ditempatkan.
Baca juga: Oposisi Turki Pikat Suara IRT Pemilih Setia Erdogan
"Kami ingin mengirim warga Suriah tidak hanya ke tempat-tempat yang aman, tapi juga ke tempat-tempat yang dikuasai rezim (Assad),” sebutnya.
Dia menekankan pentingnya pertemuan empat pihak mengenai Suriah. Begitu juga penghapusan terorisme di Suriah penting untuk keamanan dan stabilitasnya.
"Kami sepakat mengenai persiapan infrastruktur untuk kembalinya warga Suriah dengan aman ke daerah-daerah yang dikuasai rezim. Kami sepakat pada pertemuan menteri luar negeri terakhir di Moskow. Kami telah memutuskan untuk membentuk sebuah komisi di tingkat wakil menteri, di mana lembaga-lembaga terkait juga akan berpartisipasi,” ujarnya.
Baca juga: PBB: Lebih dari Satu Juta Orang di Somalia Mengungsi
"Dengan kata lain, kami sudah bertekad untuk memulangkan warga Suriah. Kedua, kami tidak melakukan ini dengan wacana rasis, kami tidak lupa bahwa mereka juga manusia," tambahnya.
Cavusoglu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian dan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad bertemu pada tanggal 10 Mei di Moskow.
Mereka bertukar pandangan tentang normalisasi hubungan antara Turki dan Suriah, dan untuk mendiskusikan kontra terorisme, proses politik dan masalah kemanusiaan termasuk kembalinya warga Suriah secara sukarela, aman dan bermartabat.
Lebih dari 3,7 juta warga Suriah saat ini tinggal di Turki, menjadikannya negara penampung pengungsi terbesar di dunia.
Setelah dimulainya perang saudara di Suriah pada tahun 2011, Turki mengadopsi kebijakan pintu terbuka bagi warga Suriah yang melarikan diri dari penganiayaan dan kebrutalan.
Suriah telah terlibat dalam perang saudara yang kejam sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi dengan kekejaman yang tak terduga.
Ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi.
(Anadolu Agency/Z-9)
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
KELOMPOK ekstremis Negara Islam (ISIS) tidak lagi menimbulkan ancaman sistematis, tetapi saat ini justru dimanfaatkan oleh sejumlah negara untuk tujuan politik mereka.
SETAHUN berlalu sejak serangan cepat kelompok pemberontak menjatuhkan Damaskus dan mengakhiri kekuasaan keluarga Bashar Assad di Suriah yang berlangsung selama 54 tahun.
PULUHAN ribu warga Suriah turun ke jalan memperingati satu tahun runtuhnya rezim Bashar al-Assad. Presiden Ahmed al-Sharaa menegaskan komitmen memulai fase baru yang lebih adil.
Presiden Donald Trump mengumumkan bergabungnya Suriah ke dalam koalisi internasional melawan ISIS.
DEWAN Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Strategi Hubungan Internasional Darmansjah Djumala merespons kejatuhan rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad
WARGA Suriah yang menyelamatkan diri ke Turki selama perang saudara di negara mereka, mulai kembali ke Suriah setelah jatuhnya rezim Baath yang berusia 61 tahun.
Kedutaan Besar RI di Damaskus telah mendata sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin dievakuasi dari Suriah.
PASUKAN oposisi Suriah merebut Kota Hama. Hal itu menjadi pukulan telak bagi Presiden Bashar al-Assad sejak kubu pemberontak melancarkan serangan kilat delapan hari lalu.
PASUKAN pemberontak Suriah menguasai Kota Hama. Hal itu menjadi pukulan telak bagi Presiden Bashar al-Assad.
RUSIA memantau dan menilai situasi di Suriah terkait pergerakan pasukan oposisi. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Rusia terus berkomunikasi dengan otoritas Suriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved