Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN khusus Tiongkok Li Hui tiba di Ukraina dan mengatakan tidak ada obat mujarab untuk mengakhiri perang selain bernegara. Hanya dialog antara Rusia dan Ukraina yang dapat menciptakan perdamaian.
“Utusan khusus Tiongkok untuk Urusan Eurasia Li Hui mengunjungi Kyiv pada Selasa dan Rabu, di mana dia bertukar pandangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menteri luar negeri Ukraina, dan para pemimpin negara lainnya tentang cara untuk mengakhiri konflik Ukraina-Rusia melalui penyelesaian politik,” pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok.
Tiongkok bersedia mempromosikan komunitas internasional untuk membentuk denominator umum terbesar untuk menyelesaikan krisis Ukraina. Termasuk melakukan upayanya sendiri untuk menghentikan pertempuran dan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian sesegera mungkin.
Baca juga: Enam Pemimpin dari Benua Afrika Ingin Damaikan Rusia-Ukraina
“Tiongkok selalu memainkan peran konstruktif dalam meringankan situasi kemanusiaan di Ukraina dengan caranya sendiri dan akan terus memberikan bantuan ke Ukraina sesuai kapasitasnya," tambahnya.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan kepada Li, pada Rabu, Kyiv tidak akan menerima proposal apa pun untuk mengakhiri perang yang melibatkan kehilangan wilayah atau membekukan konflik.
Baca juga: Jepang Siapkan Agenda Perjanjian Senjata Nuklir di Pertemuan G7
Li, yang merupakan mantan Duta Besar untuk Rusia, juga akan mengunjungi Polandia, Prancis, Jerman, dan terakhir Rusia selama perjalanan beberapa hari. Dia adalah pejabat Tiongkok paling senior yang mengunjungi Ukraina sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menambahkan, selama kunjungan Li ke Kyiv, hubungan bilateral juga dibahas, dan kedua belah pihak sepakat bekerja untuk menjaga rasa saling menghormati dan terus bergerak maju dengan kerja sama yang saling menguntungkan.
Kedua pemerintah sepakat bahwa panggilan telepon baru-baru ini antara Presiden Xi Jinping dan Zelensky telah menunjukkan arah pengembangan hubungan. (AFP/Z-3)
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Ketegangan baru pecah setelah Rusia menuduh Ukraina menyerang kediaman Putin dengan 91 drone. Zelensky membantah dan sebut Moskow ingin sabotase perdamaian.
Utusan AS Steve Witkoff bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina di Florida guna mematangkan 20 poin rencana damai Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Pemimpin Uni Eropa berkumpul di Brussels untuk memutuskan penggunaan aset Rusia yang dibekukan guna mendanai Ukraina. Simak rincian rencana dan tantangan hukumnya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkap AS mengusulkan penarikan Ukraina dari sebagian Donetsk dan pembentukan zona ekonomi khusus.
Ukraina mengajukan respons atas proposal perdamaian AS di tengah percepatan negosiasi dengan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved