Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK akan melanjutkan misi perdamian ke sejumlah negara yang bertikai setelah Iran dan Arab Saudi. Kini Beijing memfokuskan untuk memulihkan hubungan Ukraina dan Rusia yang saat ini tengah berperang.
Kedua negara itu telah bertikai sejak 24 Februari tahun lalu. Tiongkok menyatakan akan mengutus diplomat tinggi ke kedua negara tersebut berikut para sekutunya, termasuk negara-negara di Benua Biru.
Presiden Tiongkok Xi Jinping juga telah menghubungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bulan lalu. Beijing kemudian mengumumkan bahwa Duta Besar Tiongkok untuk Rusia dari 2009 hingga 2019 Li Hui akan memimpin delegasi ke Ukraina.
Baca juga : Pihak Rusia Bantah Keunggulan Ukraina di Wilayah Bakhmut
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengatakan Li Hui akan berdialog dengan pejabat Ukraina mengenai proposal perdamaian yang telah dirancang Beijing. Safari diplomatik berikutnya, Li Hui akan berkunjung ke Polandia, Prancis, Jerman dan Rusia.
Baca juga : Jurnalis Prancis Tewas Terkena Serangan Roket di Ukraina
"Untuk berkomunikasi dengan semua pihak mengenai penyelesaian politik krisis Ukraina. Ini bukti komitmen Tiongkok mempromosikan perdamaian dan ketegasan posisi Beijing yang berdiri secara netral," paparnya.
Tiongkok, kata Wenbin bersedia untuk terus memainkan peran konstruktif dalam membangun lebih banyak konsensus internasional mengenai gencatan senjata di Ukraina. "Juga penghentian perang, pembukaan pembicaraan damai, dan menghindari eskalasi situasi," tambahnya.
Qin Gang, Menteri Luar Negeri Tiongkok yang saat ini berada di Norwegia memperkuat pesan tersebut. Ia mengatakan kunjungan Li Hui merupakan langkah serius Tiongkok mengakhiri perang di Ukraina.
"Kami semua khawatir tentang situasi ini dan kami semua menyerukan perdamaian dan solusi politik, yang diperjuangkan dan telah diminta oleh Tiongkok sejak hari pertama konflik."
Sebelumnya, Zelensky menyatakan dialog dengan Xi sangat jelas dan konstruktif. Beijing telah menyodorkan 12 poin dalam proposal untuk mengakui perang di Ukraina. (CNA/Z-8)
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved