Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan di Tiongkok tengah berjuang menyelamatkan salah satu satwa besar terakhir yang masih hidup di Sungai Yangtze: lumba-lumba tanpa sirip (Yangtze finless porpoise). Upaya ini dilakukan setelah dua spesies besar lain di sungai terpanjang Asia itu, lumba-lumba baiji dan ikan dayung raksasa, dinyatakan punah dalam dua dekade terakhir.
“Setelah baiji punah, porpoise menjadi spesies paling penting di sini,” kata Prof. Wang Xi dari Institut Hidrobiologi di Wuhan kepada BBC.
Saat ini, populasi lumba-lumba tanpa sirip diperkirakan hanya tersisa sekitar 1.200 ekor di alam liar. Hewan ini merupakan predator puncak terakhir di Yangtze, sehingga jumlahnya mencerminkan kesehatan seluruh ekosistem sungai.
Untuk mencegah kepunahan, pemerintah Tiongkok menerapkan larangan total penangkapan ikan di Sungai Yangtze dan anak-anak sungainya sejak 2021. Kebijakan ini berlangsung selama 10 tahun, dengan ancaman hukuman penjara bagi pelanggar. Meski mengorbankan mata pencaharian 220.000 nelayan, larangan tersebut menunjukkan hasil: jumlah ikan meningkat drastis, memberi harapan bagi keberlangsungan lumba-lumba.
Namun, tantangan besar masih ada. Selain berkurangnya ikan akibat bendungan, seperti Bendungan Tiga Ngarai yang memutus jalur migrasi ikan sturgeon, polusi suara dari lalu lintas kapal juga mengancam. “Kapal sangat berbahaya bagi otak hewan karena kebisingannya,” ujar Wang Xi. Para peneliti meyakini kebisingan ini turut mempercepat punahnya baiji, yang bergantung pada sonar untuk berkomunikasi.
Upaya penyelamatan tidak hanya dilakukan ilmuwan. Warga seperti Yang He, seorang pensiunan yang gemar memotret porpoise, rutin mengirimkan dokumentasi ke peneliti. Dalam satu kasus, ia melaporkan porpoise yang terjerat jaring hingga akhirnya berhasil diselamatkan. “Dan ternyata porpoise itu sedang hamil,” ujarnya.
Data populasi memperlihatkan tren positif. Pada 1990-an terdapat sekitar 3.300 ekor porpoise, jumlahnya turun setengahnya pada 2006. Namun sejak larangan menangkap ikan dan relokasi pabrik pencemar, populasinya kembali meningkat hampir 25% dalam lima tahun terakhir.
“Dengan menyelamatkan lumba-lumba tanpa sirip, kita juga menyelamatkan Sungai Yangtze,” kata Wang Ding, pakar cetacea di IUCN. “Jika mereka bertambah banyak, itu berarti kesehatan ekosistem sungai ini ikut membaik.” (BBC/Z-2)
Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Tiongkok usai kalah 2-3 dalam laga uji coba Indonesia vs China di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Rabu (11/2) malam
Karakter Draco Malfoy, rival abadi Harry Potter dari asrama Slytherin, mendadak menjadi ikon tak terduga dalam perayaan Imlek 2026 di Tiongkok.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved