Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA Sudan menyatakan kesediaan untuk memperpanjang gencatan senjata tiga hari ke depan. Kesepakatan sebelumnya dengan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) berakhir Kamis (27/4).
Kedua pimpinan kelompok tersebut juga berkenan untuk memulai negosiasi. Pimpinan militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, telah memberikan persetujuan awal atas rencana untuk memperpanjang gencatan senjata selama 72 jam untuk kali kedua.
Dia juga akan mengirim utusan ke ibu kota Sudan Selatan, Juba, untuk melakukan pembicaraan dengan RSF. Tidak ada tanggapan langsung dari RSF terhadap proposal dari Otoritas Pembangunan Antarpemerintah (IGAD), oposisi militer Sudan.
Baca juga : 110 WNI di Sudan, Berhasil Dievakuasi Pesawat TNI AU
Militer Sudan mengatakan presiden Sudan Selatan, Kenya dan Djibouti telah mengerjakan proposal yang mencakup perpanjangan gencatan senjata dan pembicaraan antara kedua kelompok.
"Burhan berterima kasih kepada IGAD dan menyatakan persetujuan awal untuk itu," dalam pernyataan militer itu.
Setiap perpanjangan gencatan senjata dapat membantu upaya evakuasi internasional. Kepala militer Inggris mengatakan penerbangan evakuasi akan berlanjut selama kondisi aman, meskipun Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly, mengatakan Inggris tidak dapat menjamin berapa banyak penerbangan jika gencatan senjata berakhir.
Baca juga : Siap Pulangkan 897 WNI, Misi Evakuasi Menegangkan dari Sudan Akhirnya Tuntas
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken dan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat membahas kerja sama untuk mengakhiri pertempuran di Sudan. Beberapa pertempuran besar pada Rabu (26/4) terjadi di Omdurman, sebuah kota yang bersebelahan dengan Khartoum.
Militer Sudan memerangi bala bantuan RSF dari daerah lain di Sudan. Tembakan senjata berat dan serangan udara terdengar hingga Rabu malam. Di Khartoum, yang bersama dengan dua kota yang berbatasan merupakan salah satu daerah perkotaan terbesar di Afrika, terjadi penjarahan yang meluas.
Sejak pertempuran meletus pada 15 April, serangan udara dan artileri telah menewaskan 512 orang, melukai hampir 4.200 orang, menghancurkan rumah sakit dan membatasi distribusi makanan.
Sementara sepertiga dari 46 juta penduduknya sudah bergantung pada bantuan kemanusiaan. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan hanya 16% fasilitas kesehatan yang berfungsi di Khartoum.
Diperkirakan 50 ribu anak-anak yang kekurangan gizi akut akan mengalami gangguan pengobatan akibat konflik, dan rumah sakit yang masih berfungsi menghadapi kekurangan pasokan medis, listrik dan air. (The Guardian/Z-8)
Presiden AS Donald Trump resmi membentuk 'Board of Peace' sebagai bagian dari rencana perdamaian Gaza.
PM Keir Starmer dan Presiden Macron menandatangani kesepakatan penempatan pasukan dan pembangunan pusat militer di Ukraina pasca-gencatan senjata dengan Rusia.
Gencatan senjata penuh akan segera berlaku setelah usulan Zelensky disetujui.
Lebih dari 900.000 warga terpaksa mengungsi di kedua sisi perbatasan akibat konflik Kamboja dan Thailand.
AS dan Tiongkok mencoba mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Bangkok tegaskan gencatan senjata hanya terjadi jika Kamboja tunjukkan niat nyata di lapangan.
KAMBOJA menutup seluruh perlintasan perbatasan dengan Thailand setelah Bangkok membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tercapainya gencatan senjata.
TINGKAT kemiskinan di Sudan meningkat tajam dari 21% menjadi 71% akibat konflik bersenjata. Kondisi ini menyebabkan sekitar 23 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan.
Militer Sudan akan menumpas kelompok pemberontak Rapid Support Forces (RSF) dan memastikan keamanan perbatasan negara.
Pemerintah Sudan akan membahas usulan gencatan senjata dari AS di tengah konflik militer-RSF yang menewaskan puluhan ribu orang dan memicu krisis kemanusiaan.
Lebih dari 400 orang dilaporkan tewas akibat serangan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di wilayah El-Fasher, Darfur, menurut PBB yang mengutip sumber-sumber kredibel.
MESIR meminta warganya untuk segera meninggalkan Sudan dan menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan ke negara itu dalam keadaan apa pun.
Suara ledakan terdenar ketika tentara menargetkan pangkalan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat dengan artileri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved