Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kemiskinan Sudan Melonjak akibat Konflik Capai 23 Juta Warga

Ferdian Ananda Majni
09/11/2025 15:15
Kemiskinan Sudan Melonjak akibat Konflik Capai 23 Juta Warga
Sudan.(Al Jazeera)

TINGKAT kemiskinan di Sudan meningkat tajam dari 21% menjadi 71% akibat konflik bersenjata yang masih berlangsung. Kondisi ini menyebabkan sekitar 23 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan.

Menteri Sumber Daya Manusia dan Kesejahteraan Sosial Sudan, Mutasim Ahmed Saleh, menyampaikan bahwa pemerintah tengah berupaya menekan lonjakan kemiskinan melalui program pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.

"Pemerintah Sudan sedang melaksanakan proyek-proyek produktif dan menciptakan lapangan kerja untuk memerangi kemiskinan," katanya seperti dikutip kantor berita SUNA, Minggu (9/11).

Saleh menambahkan bahwa pemerintah juga memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memperluas program mikrofinansial yang menyasar warga kehilangan mata pencaharian. 

Kementeriannya, lanjut dia, bekerja sama dengan Bank Sentral Sudan untuk melonggarkan syarat pembiayaan serta menaikkan batas pinjaman bagi proyek-proyek kecil guna membantu keluarga dan memulihkan kegiatan ekonomi.

Sementara itu, laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) tertanggal 3 November mengungkapkan bahwa sekitar 21,2 juta orang atau 45% populasi Sudan, menghadapi tingkat kerawanan pangan akut pada September lalu. IPC juga melaporkan adanya kondisi kelaparan di El Fasher dan Kadugli.

Namun, pemerintah Sudan membantah laporan tersebut dan menyebut klaim tentang kelaparan di sejumlah wilayah terlalu dilebih-lebihkan.

Sudan sendiri masih terjebak dalam konflik berdarah antara Angkatan Bersenjata Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) sejak April 2023. 

Pertempuran ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan lainnya mengungsi, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di negara itu. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya