Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap seorang pria Slovakia, yang dilaporkan mengatur penjualan senjata antara Korea Utara dan Rusia. Pasalnya, perang di Ukraina memberikan tekanan pada akses Rusia untuk mendapatkan barang-barang militer tersebut.
Departemen Keuangan AS mengatakan mereka menjatuhkan sanksi terhadap Ashot Mkrtychev. Sanksi itu sebagai bagian dari upaya membatasi kemampuan Rusia dalam mengganti peralatan militer yang hilang di medan perang.
"Rusia telah kehilangan lebih dari 9.000 peralatan militer berat sejak dimulainya perang, dan sebagian berkat sanksi multilateral dan kontrol ekspor, Putin semakin putus asa untuk menggantinya," kata Menteri Keuangan Janet Yellen dalam sebuah siaran pers.
Baca juga: Rusia Hentikan Pengiriman Informasi Senjata Nuklir ke AS
"Skema seperti kesepakatan senjata yang dikejar oleh individu ini menunjukkan bahwa Putin beralih ke pemasok pilihan terakhir seperti Iran dan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea),” sebutnya.
Tidak lama setelah sanksi diumumkan, Gedung Putih menyatakan kekhawatirannya Korea Utara akan memberikan dukungan lebih lanjut pada operasi militer Rusia terhadap Ukraina.
Baca juga: Rusia Tangkap Wartawan AS yang Diduga Lakukan Spionase
"Kami memiliki informasi baru bahwa Rusia secara aktif berusaha mendapatkan amunisi tambahan dari Korea Utara," kata juru bicara keamanan nasional John Kirby kepada para wartawan. "Kesepakatan seperti itu akan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," tambahnya.
Seiring masih berlanjutnya invasi Rusia ke Ukraina, AS terus berupaya mengisolasi Rusia secara ekonomi dan diplomatik. Namun, Rusia diuntungkan dengan hubungan yang terus berlanjut dengan negara-negara di seluruh dunia yang melihatnya sebagai sekutu dan mitra dagang yang penting.
Yellen mengatakan bahwa AS akan terus menindak upaya Rusia untuk menghindari sanksi dan mendapatkan peralatan militer dari negara-negara seperti Korea Utara.
Rilis berita tersebut menyatakan Mkrtychev adalah warga negara Slovakia yang bernegosiasi dengan para pejabat Rusia dan Korea Utara, untuk menjalin hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.
Dari tahun 2022 hingga awal 2023, Departemen Keuangan mengatakan Mkrtychev mengatur agar para pejabat Korea Utara memberikan lebih dari dua lusin jenis senjata dan amunisi untuk Rusia. Sebagai gantinya, ia mengupayakan pengiriman pesawat komersial, bahan baku, dan komoditas ke Korea Utara. (Aljazeera/Z-3)
NDONESIA dan Slovakia sepakat meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis. Fokusnya pada penguatan kerja sama di sektor pertahanan, ekonomi, riset, pendidikan.
Miroslav Lajcák, penasihat utama PM Slovakia Robert Fico, resmi mengundurkan diri setelah dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap percakapannya dengan Jeffrey Epstein.
Jerman mengalami kekalahan tandang pertama dalam sejarah babak kualifikasi Piala Dunia. Mereka tunduk 0-2 atas Slovakia.
Petisi menolak kehadiran Kanye West di Festival Rubicon diluncurkan, sebagai bentuk kecaman lagu Heil Hitler.
Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, mengancam akan memangkas dukungan keuangan untuk lebih dari 130.000 pengungsi Ukraina setelah Kyiv menutup jalur pipa gas Rusia.
UEFA juga telah membuka proses dugaan pelanggaran disipliner terhadap Inggris atas kembang api dan gangguan penonton selama pertandingan melawan Slovakia.
Mengacu terhadap peristiwa di Ukraina pada situasi yang semakin memburuk dalam hubungan antara Rusia dan Barat, menurut Putin, tidak memiliki dasar yang cukup.
Tanker minyak Rusia Altura yang membawa 140.000 ton minyak diserang drone di Laut Hitam. Insiden terjadi di tengah pengetatan sanksi Eropa terhadap armada bayangan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Laporan intelijen menyebut Rusia mulai mengirim bantuan militer berupa drone hingga logistik ke Iran. Benarkah ini babak baru aliansi mematikan kedua negara?
Rusia disebut menawarkan penghentian bantuan intelijen kepada Iran dengan syarat Amerika Serikat (AS) menghentikan dukungan intelijen kepada Ukraina.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved