Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
MENTERI Luar Negeri Arab Saudi dan Menteri Luar Negeri Iran akan bertatap muka pada Ramadan ini. Pertemuan itu bertujuan untuk mengimplementasikan rekonsiliasi hubungan kedua negara.
Faisal bin Farhan selaku Menteri Luar Negeri Arab Saudi disebutkan sebelumnya telah menjalin komunikasi melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan berdiskusi soal beberapa isu.
"Dua menteri itu juga setuju untuk menggelar pertemuan bilateral di antara mereka pada Ramadan ini," kata Saudi Press Agency.
Baca juga: Enam Tahun Berseteru, Iran dan Saudi Rujuk karena Tiongkok
Namun, belum diketahui kapan dan di mana kedua tokoh itu akan benar-benar berjumpa.
Baca juga: Perdamaian Saudi dan Iran, Era Baru Timur Tengah?
Pada Minggu (19/3) Amir-Abdollahian mengatakan bahwa Arab Saudi dan Iran akan kembali mengadakan pertemuan dan dihadiri oleh masing-masing diplomat dari kedua negara tersebut. Ada tiga tempat yang diusulkan jadi lokasi pertemuan, tapi dia tidak mengungkapkannya. (Z-6)
Tindakan Israel disebutkan merupakan ancaman terbesar bagi keamanan dan perdamaian di kawasan.
KETUA Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menegaskan bahwa Arab Saudi mengultimatum Indonesia untuk segera menentukan wilayah di Arafah untuk haji, jika tidak akan diberikan pada negara lain
Sang pelatih Xabi Alonso masih menginginkan amunisi baru untuk memperkuat lini tengah dan belakang demi mengembalikan kejayaan Real Madrid di musim 2025/2026.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan rencana pembangunan Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi saat ini akan masuk tahap penyusunan desain.
Rosan belum dapat memastikan kapan pembangunan kampung haji dimulai.
Mimpi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Kampung Indonesia di Mekah tampaknya bakal terwujud.
Posisi Indonesia sangat strategis bagi Tiongkok sebagai penyeimbang khususnya di kawasan Asia Tenggara.
FESTIVAL Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat sebagai jembatan diplomasi budaya antara Indonesia dan Turki.
Kebijakan tarif sebesar 32% yang diterapkan secara resiprokal oleh pemerintah AS tentu akan berdampak terhadap daya saing produk Indonesia, khususnya komoditas ekspor unggulan.
Menurut Gugun, Indonesia dan Saudi Arabia menekankan pentingnya memperluas kemitraan ekonomi dan perdagangan.
SEJUMLAH posisi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk berbagai negara mitra strategis masih kosong hingga saat ini. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar hubungan internasional.
Bedah buku Mengarungi Jejak Merajut Asa 75 Tahun Indonesia-Tiongkok membahas tentang hubungan Indonesia-Tiongkok.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved