Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia menilai KTT Uni Eropa-Ukraina menegaskan bahwa dukungan 27 anggota blok Eropa terhadap Kyiv dilakukan hanya demi melayani aspirasi hegemonik Amerika Serikat (AS) dan NATO. Moskow juga menyebut pertemuan tersebut memperlihatkan kemunafikan Uni Eropa dalam menyikapi perang Rusia-Ukraina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Uni Eropa telah melanggar persyaratan standarnya sendiri dalam proses penerimaan anggota baru, dalam hal ini Ukraina.
"Kesiapan Uni Eropa (UE) untuk memberikan dukungan lebih lanjut kepada Ukraina sembari menyerukan perdamaian sebagai sesuatu yang munafik," ungkapnya.
Ia menyebut pengiriman bantuan militer dan dukungan keuangan UE ke Ukraina hanya akan mengarah pada peningkatan jumlah korban, termasuk di antaranya warga sipil.
"Dalam kondisi ini, upaya untuk memulai proses menciptakan semacam struktur semu dalam meminta pertanggungjawaban atas apa yang terjadi di Ukraina adalah absurd dan tidak bermoral," ungkap Zakharova.
"Seperti yang mereka katakan, siapa hakimnya? Mereka yang menipu dengan perjanjian Minsk, yang memompa para penjahat Ukraina dengan senjata dan uang, yang mencoba menyalahgunakan aset negara Rusia dan dana warga negara kami," sambungnya.
Menurut Zakharova, KTT pada Jumat lalu menegaskan bahwa UE menginvestasikan semua sarana politik, keuangan, dan militer untuk mengembangkan front di Ukraina melawan pembentukan tatanan dunia multipolar, yang didukung kuat oleh Rusia dan mayoritas komunitas dunia.
KTT tersebut, yang digambarkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai sebuah simbol kuat, membahas prospek aksesi Kyiv ke UE, penyelesaian perang di Ukraina, dan ketahanan pangan.
UE, yang telah memberikan bantuan keuangan dan militer ke Ukraina, menjanjikan lebih banyak bantuan serta dukungan dalam KTT bersejarah di Kyiv pada Jumat kemarin.
Blok itu juga menjanjikan sanksi putaran ke-10 terhadap Moskow pada 24 Februari mendatang, di satu tahun peringatan invasi Rusia. Sementara Ukraina telah diberikan status kandidat penuh UE pada Juni lalu.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Ukraina sedang mengambil langkah-langkah penting dalam perjalanannya menuju UE. "Saya tahu bahwa mereka akan mengikuti langkah ini," jelasnya. (Anadolu Agency/OL-13)
Baca Juga: Ukraina Klaim Kantongi Janji Bantuan Jet Tempur dari Barat
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan 5 konglomerat dinilai positif. Namun Indef menegaskan Indonesia Incorporated harus diwujudkan lewat kebijakan industri, bukan sekadar dialog.
Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan penting dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Hyderabad House, New Delhi, pada Sabtu (25/1)
Banyak aspirasi dari kader PDIP kepada Megawati untuk kembali memimpin partai berlogo banteng itu.
Simbol-simbol kedekatan Megawati dan Prabowo perlu disertai dengan silaturahim serta komunikasi politik yang intens
Peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Firman Noor berpendapat, tidak mudah bagi Megawati untuk memaafkan seseorang.
Silaturahim antara Megawati-Prabowo yang dapat membawa dampak positif bagi stabilitas politik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved