Rabu 04 Januari 2023, 16:00 WIB

Korsel Cari Warga Tiongkok yang Hilang dari Karantina Covid-19

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Korsel Cari Warga Tiongkok yang Hilang dari Karantina Covid-19

AFP
Ilustrasi.

 

PIHAK berwenang Korea Selatan (Korsel) mengatakan pada Rabu (4/1) bahwa mereka berusaha melacak seorang warga negara Tiongkok yang dites positif Covid-19 pada saat kedatangan tetapi hilang saat menunggu di fasilitas karantina.

Orang tersebut dinyatakan positif setelah tiba di Bandara Internasional Incheon dekat Seoul pada Selasa malam dan dipindahkan ke hotel terdekat untuk menunggu masuk ke karantina, tetapi kemudian hilang, seperti disampaikan seorang pejabat kesehatan setempat.

Baca juga: Netanyahu Berkomitmen Gagalkan Kesepakatan Nuklir Iran

"Individu, yang tidak disebutkan namanya, telah dimasukkan dalam daftar orang yang dicari,” Kim Joo-young, pejabat kesehatan itu.

Orang tersebut dapat dikenai hukuman satu tahun penjara, atau denda 10 juta won (US$7.840), jika terbukti melanggar Undang-Undang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular.

"Dan orang itu akan dideportasi dan dilarang memasuki negara itu untuk jangka waktu tertentu," kata Kim dalam konferensi pers.

Pada hari Selasa, Korea Selatan mengumumkan tes virus corona wajib pada kedatangan Tiongkok, bergabung dengan daftar negara yang terus memberlakukan pembatasan di tengah kekhawatiran atas gelombang infeksi menyusul keputusan Beijing untuk mencabut kebijakan nol-Covid yang ketat.

Mulai minggu ini, Korea Selatan mewajibkan pelancong dari Tiongkok menjalani tes PCR pada saat kedatangan. Mulai 5 Januari, pendatang dapat menyerahkan hasil negatif dari tes PCR yang diambil tidak lebih dari 48 jam sebelum keberangkatan, atau tes antigen cepat negatif tidak lebih dari 24 jam sebelum keberangkatan.

Sebanyak 2.189 orang telah tiba dari Tiongkok sejak 2 Januari.

Hasil tes 590 sejauh ini menunjukkan bahwa 136 orang, atau 22,7 persen, terinfeksi Covid-19, kata Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).

Pada hari Selasa saja, 26 persen dari 281 orang yang dites memberikan hasil positif, menurut data KDCA.

Kasus warga negara Tiongkok yang hilang memicu pertanyaan di media tentang sistem Korea Selatan untuk mengontrol dan mengelola pelancong masuk yang terinfeksi.

Kim, pejabat kesehatan, menyatakan penyesalan bahwa pihak berwenang tidak dapat menghentikan insiden seperti itu, menyebutnya sebagai aib.

“Kedepannya, kami akan memberangkatkan lebih banyak personel termasuk polisi untuk mencegah hal ini terulang kembali,” katanya. (AFP/OL-6)

Baca Juga

AFP/Ludovic MARIN

Demi Dukungan Publik, Macron Siap Ubah Batas Pensiun

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 20:20 WIB
Macron berusaha mencari dukungan untuk melawan rivalnya menjelang debat...
AFP/HO/Angkatan Laut Brasil

Brasil Kubur Kapal Induk Eks Prancis di Samudra Atlantik

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 18:50 WIB
Keputusan menenggelamkan kapal induk yang diberi nama Sao Paulo karena gagal menemukan pelabuhan yang bersedia menampung kapal...
AFP

Tiongkok Kecam Penembakan Balon Udaranya oleh Amerika

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 12:58 WIB
Beijing mengatakan Amerika Serikat bersikeras menggunakan kekuatan, jelas bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya