Rabu 04 Januari 2023, 13:35 WIB

Inflasi Jepit Ekonomi Rakyat Mesir

Cahya Mulyana | Internasional
Inflasi Jepit Ekonomi Rakyat Mesir

AFP/Khaled Desouki.
Gambar yang diambil pada 25 Agustus 2022 ini menunjukkan uang kertas pound Mesir, pound sterling Inggris, dan dolar AS.

 

KENAIKAN inflasi menghimpit perekonomian rakyat Mesir. Untuk mengendalikannya, negara terpadat di jazirah Arab itu membuat proposal pinjaman ke IMF senilai US$3 miliar.

"Roti yang dulu saya beli seharga satu pound Mesir sekarang harganya tiga pound," kata Rehab, 34, di suatu toko roti Kairo, Mesir. Lonjakan harga bahan-bahan pokok menyebabkan tekanan finansial terhadap 104 juta penduduk Mesir. 

Reda, seorang pegawai negeri berusia 55 tahun, mengaku gajinya tidak mampu menutupi kebutuhan sehari-hari. "Bahkan dengan dua gaji masih banyak yang tidak bisa saya beli lagi," jelasnya.

Pound Mesir terpukul oleh dolar Amerika Serikat setelah invasi Rusia ke Ukraina. Perang membuat harga gandum melonjak sangat berdampak pada Mesir sebagai salah satu importir biji-bijian terbesar di dunia.

Bank sentral dua kali mendevaluasi pound tahun lalu karena krisis mata uang asing. Barang-barang impor bernilai miliaran tertahan di pelabuhan Mesir karena belum mampu dibayar.

Di tengah krisis, pemerintahan Presiden Abdel Fattah al-Sisi telah mencari dana segar. Mulai bulan ini, wisatawan harus membayar tiket kereta dalam dolar, kata Menteri Perhubungan Kamel al-Wazir.

Banyak bank membatasi penarikan mata uang asing dan biaya kartu kredit tiga kali lipat. Dana Terusan Suez Mesir dalam dekade terakhir melipatgandakan utang luar negerinya menjadi US$157 miliar.

Pemilik devisa US$33,5 miliar itu membuat pinjaman IMF senilai US$3 miliar. Padahal Mesir sebagai salah satu dari lima negara yang paling berisiko gagal bayar utang luar negeri. Anggaran belanja Mesir paling banyak terserap untuk kebutuhan militer, termasuk itu yang bersumber dari utang atau pinjaman luar negeri.

Pengamat dari Institut Urusan Internasional dan Keamanan Jerman Stephan Roll mengatakan utang luar berfungsi mengonsolidasikan rezim militer. Di bawah tekanan IMF, Mesir berusaha membuat kemajuan dalam beberapa skema privatisasi yang telah lama tertunda. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

PM Anwar Ibrahim Tunjuk Puterinya Jadi Penasihat Bidang Ekonomi

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:55 WIB
Anwar Ibrahim mengatakan bahwa Nurul Izzah tidak dibayar untuk peran penasihat senior. Penunjukan itu mulai berlaku pada 3 Januari...
Bulent Kilic/AFP

Militer Rusia Kuasai Desa Dekat Bakhmut di Donetsk

👤 Cahya Mulyana 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:37 WIB
Rusia mengatakan telah merebut sebuah desa di pinggiran utara Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina. Desa Blahodatne, yang berjarak sekitar...
AFP/Handout / Pakistan

Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Pakistan Jadi 100 Orang

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:33 WIB
Sebagian besar korban yang tewas dalam aksi pengeboman bunuh diri pada Senin (30/1) petang itu adalah anggota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya