Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) iklim COP27 di Mesir belum memberikan kontribusi besar bagi perubahan iklim. Negara-negara penghasil emisi karbon rendah fokus meminta dana kompensasi kepada negara-negara kaya.
Sementara mengenai penurunan emisi melalui pengurangan konsumsi bahan bakar fosil diabaikan.
Sebanyak 200 negara yang mengikuti gelaran ini hanya terpaku pada untung-rugi atas perubahan iklim, sementara usaha nyata untuk menekan penyebabnya dilupakan.
"Kita harus cepat di sini sekarang, tetapi tidak cepat menuju hasil yang buruk. Tidak cepat dalam hal menerima sesuatu yang kemudian kita sesali selama bertahun-tahun," kata Menteri Lingkungan Irlandia, Eamon Ryan.
Kepala Kebijakan Iklim Uni Eropa, Frans Timmermans, mengatakan para menteri dari blok regional tersebut telah siap untuk mengundurkan diri dari KTT. "Kami lebih suka tidak memiliki keputusan daripada keputusan yang buruk," katanya.
Baca juga: COP-27 Mesir, BPDLH Berbagi Best Practices Pengelolaan Dana Iklim
Hasil dari KTT selama dua minggu di Kota Sharm el-Sheikh adalah ujian tekad dunia untuk melawan pemanasan global, bahkan saat perang di Eropa dan inflasi konsumen yang merajalela mengalihkan perhatian internasional.
Rancangan perjanjian COP27 yang dirilis pada Sabtu (19/11), menegaskan kembali komitmen beberapa waktu lalu untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius untuk mencegah perubahan iklim terburuk.
Namun forum itu gagal menawarkan upaya konkret soal pengurangan emisi yang diperlukan untuk mencapai menghentikan perubahan iklim.
Para peserta KTT ini hanya sibuk dalam tawar-menawar yang terpecah antara negara-negara kaya dan berkembang soal dana kerugian untuk mengatasi kerusakan oleh iklim.
Negara-negara kaya, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa, selama beberapa dekade menolak gagasan tentang apa yang disebut dana itu. Alasannya dana itu akan ditanggung mereka berdasarkan besaran emisi gas rumah kaca.
"Kami puas bahwa setidaknya ada sesuatu di piring sekarang," kata Kepala Negosiator dari Pakistan untuk kelompok negara berkembang G77, Nabeel Munir.
Negosiator dari Barbados, Avinash Persaud menyebut proposal itu sebagai kemenangan kecil bagi umat manusia yang dihasilkan dari kepemimpinan negara-negara kecil dan solidaritas pihak yang menekan pemanasan global.
“Sekarang kita perlu melipatgandakan upaya di balik transisi energi, transportasi, dan pertanian yang akan membatasi kerugian dan kerusakan iklim ini di masa depan,” kata Persaud.
Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), dua penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, sejauh ini tidak menyetujui proposal tersebut.
Uni Eropa telah mendorong diskusi di awal minggu dengan menawarkan untuk mendukung dana kerugian dan kerusakan, asalkan Tiongkok melakukannya.
Draf perjanjian COP27 yang dirilis oleh kantor iklim PBB tidak menyertakan masukan India dan Uni Eropa soal penghentian penggunaan semua bahan bakar fosil. (AFP/Cah/OL-09)
OKI dan Liga Arab kecam Dubes AS Mike Huckabee yang dukung ekspansi wilayah Israel di Timur Tengah. Pernyataan itu dinilai melanggar hukum dan Piagam PBB.
Arkeolog berhasil mengangkat blok granit raksasa seberat 77 ton dari dasar laut Alexandria. Temuan pintu masuk utama ini mengungkap rahasia konstruksi salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso, melakukan pertemuan di Kairo, Mesir pada Ahad (8/2).
Kemenag menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan sejumlah lembaga penerbitan dan distribusi di Mesir dalam rangkaian Cairo International Book Fair (CIBF) 2026 di Mesir.
MENTERI Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa Indonesia akan memainkan peran strategis terutama, dalam bidang pendidikan dan pengembangan bahasa Arab.
MENAG Nasaruddin Umar, berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir.
Ekspedisi CEFAS mengungkap rahasia laut dalam Karibia. Ditemukan gunung bawah laut, "blue hole" raksasa, hingga terumbu karang purba yang tak tersentuh perubahan iklim.
Penelitian terbaru di jurnal Nature mengungkap fakta mengejutkan. Serangga di wilayah tropis, termasuk Amazon, terancam punah karena tidak mampu beradaptasi dengan kenaikan suhu ekstrem.
Suhu Greenland Maret 2026 menunjukkan tren menghangat yang mengkhawatirkan. Simak update terbaru mengenai "Zona Gelap" dan dampaknya bagi permukaan laut dunia.
Ilmuwan mengungkap penyebab zona gelap di lapisan es Greenland. Debu kaya fosfor memicu pertumbuhan alga yang mempercepat pencairan es akibat perubahan iklim.
Peneliti menemukan bahwa kenaikan kadar CO2 di atmosfer mulai mengubah kimia darah manusia, termasuk kenaikan bikarbonat yang signifikan.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved