Jumat 11 November 2022, 09:27 WIB

Bentrok Senjata Tentara Filipina dengan Kelompok MILF Tewaskan 7 Orang

Cahya Mulyana | Internasional
Bentrok Senjata Tentara Filipina dengan Kelompok MILF Tewaskan 7 Orang

FERDINANDH CABRERA / AFP
Pasukan MILF berjaga di sepanjang jalan di dalam Kamp Darapanan di Sultan Kudarat, Maguindanao, Filipina.

 

SEBANYAK tujuh orang tewas dalam pertempuran antara militer Filipina dan pemberontak Muslim di selatan negara itu. Insiden ini menjadi bentrokan paling mematikan sejak pakta perdamaian yang ditandatangani pada 2014.

Pertempuran pecah pada Selasa (8/11) di Provinsi Basilan, di pulau utama dari Kepulauan Mindanao. Menurut militer kejadian ini diakibatkan miskomunikasi antara tentara dan anggota Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Selama beberapa dekade terakhir, Filipina kerap diterpa bentrokan di kepulauan yang mayoritas muslim. Hampir 100ribu orang tewas oleh pertikaian ini.

Kesepakatan damai dengan MILF, kelompok pemberontak terbesar, telah dilaksanakan pada 2014. MILF memiliki pemerintahan sendiri di bekas medan perang yang mencakup Basilan, saat proses pelucutan senjata dari 40ribu tentaranya berlanjut.

Pejabat pemerintah dan mantan pemberontak yang sekarang memimpin pemerintahan transisi di Daerah Otonomi Bangsamoro di Mindanao telah menyatakan keprihatinan atas bentrokan tersebut.

Penasihat perdamaian Presiden dan mantan Kepala Militer Filipina, Carlito Galvez mengatakan dirinya sangat prihatin atas bentrokan tersebut. Upaya sedang dilakukan untuk meredakan ketegangan.

Baca juga: 

"Kami tidak dapat membiarkan insiden terbaru di Basilan ini meniadakan pencapaian besar yang telah kami capai selama bertahun-tahun," kata Galvez.

Ketua Perunding MILF, Mohagher Iqbal. menyerukan penghentian segera pertempuran untuk mencegah situasi buruk. Militer mengatakan pertempuran meletus setelah tentara dan pejabat lokal mengikuti anggota bersenjata MILF di Desa Ulitan.

Brigadir Jenderal, Domingo Gobway mengatakan seorang pemberontak MILF menembak tentara. Aksi itu berubah menjadi bentrokan yang sengit.

Sebanyak tiga tentara dan empat pemberontak tewas akibat bentrokan itu. Sisanya, 14 tentara dan tiga pemberontak terluka selama gesekan yang terjadi hingga Kamis (10/11).

Bentrokan seperti itu antara militer dan MILF jarang terjadi sejak penandatanganan perjanjian damai.

Analis Senior untuk pemantau perdamaian International Crisis Group, Georgi Engelbrecht mengatakan insiden paling mematikan terjadi pada 2015 ketika 44 pasukan komando polisi dibunuh oleh pemberontak Muslim, termasuk MILF, dalam serangan anti-teror di kota selatan Mamasapano. (AFP/Cah/OL-09)

Baca Juga

AFP/NATALIA KOLESNIKOVA

AS Tukar Pebasket Griner dengan Pedagang Senjata Api

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 09 Desember 2022, 06:10 WIB
Bintang bola basket Amerika Serikat Brittney Griner dibebaskan dari penjara Rusia, Kamis (8/12) ditular dengan pedagang senjata api yang...
UGC / AFP

Iran Eksekusi Mati Seorang Demonstran Mahsa Amini

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:40 WIB
Menurut dia eksekusi ini harus memiliki konsekuensi bagi Iran yang setimpal dari masyarakat dunia. Kantor berita Iran Mizan melaporkan...
AFP/Kirill KUDRYAVTSEV

Gubernur Texas Larang Pegawai Pemerintah Main TikTok

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 11:00 WIB
“TikTok memanen sejumlah besar data dari perangkat penggunanya, termasuk kapan, di mana, dan bagaimana mereka melakukan aktivitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya