Kamis 29 September 2022, 15:19 WIB

Jaringan Pipa Gas Nord Stream Disabotase, Eropa Tingkatkan Keamanan

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Jaringan Pipa Gas Nord Stream Disabotase, Eropa Tingkatkan Keamanan

AFP
Potret area pabrik pengolahan gas di wilayah Norwegia.

 

SEJUMLAH perusahaan Eropa meningkatkan keamanan di sekitar jaringan pipa dan mewaspadai kenaikan harga energi. Pasalnya, terdapat dugaan sabotase terhadap dua pipa yang mengirimkan gas alam dari Rusia.

Insiden itu menggarisbawahi kerentanan infrastruktur energi Eropa. Serta, mendorong Uni Eropa untuk memperingatkan kemungkinan pembalasan.

Beberapa pejabat Eropa dan pakar energi menilai Rusia kemungkinan akan disalahkan atas tindakan sabotase. Baik secara langsung diuntungkan dari kenaikan harga energi, hingga kecemasan ekonomi di kawasan Eropa. 

Baca juga: Kebocoran Pipa Gas Nord Stream Diduga Disengaja

Sementara, sebagian kalangan memperingatkan agar tidak menuding Rusia, sampai penyelidik dapat menentukan apa yang sebenarnya terjadi.

Rusia diketahui telah secara tajam membatasi pengiriman gas alam ke Eropa. Langkah itu sebagai pembalasan atas sanksi yang diberlakukan negara-negara Barat atas invasi ke Ukraina.

Raksasa energi Rusia, Gazprom, bahkan meningkatkan tekanan, serta mengancam lewat Twitter untuk berhenti berurusan dengan perusahaan Ukraina. Dalam hal ini, yang mengendalikan salah satu dari dua jaringan pipa tersisa yang mengirimkan gas Rusia ke Eropa.

"Di tengah adanya sabotase ke jaringan pipa gas Nord Stream, harus meningkatkan kesiapan, apalagi jika terjadi saboteasi dengan eskalasi besar," pungkas Agata Loskot-Strachota, pengamat kebijakan energi di Pusat Studi Timur.

Baca juga: UEA Sepakat Pasok Gas dan Bahan Bakar Diesel untuk Jerman

Sebelumnya, Uni Eropa mengatakan bahwa kebocoran dari dua pipa gas bawah laut Rusia-Jerman, tampaknya merupakan tindakan yang disengaja. Sebab, Norwegia yang kaya bahan bakar fosil telah meningkatkan keamanan di instalasi.

Adapun tiga aliran yang keluar dari jalur pipa Nord Stream 1 dan 2, mengakibatkan harga gas alam melonjak. Bahkan, memperburuk krisis energi di Eropa, karena berada di ambang musim dingin.

Gas metana dari kebocoran tersebut muncul ke permukaan Laut Baltik dekat Denmark dan Swedia. Pembuangan diperkirakan berlangsung selama seminggu, sampai gas di dalam jaringan pipa tersebut habis.(AFP/OL-11)

 

Baca Juga

AFP

Tiongkok Tidak Terima Vaksin Barat Meskipun Ada Ancaman

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 20:05 WIB
Tiongkok belum menyetujui vaksin Covid-19 asing, memilih yang diproduksi di dalam...
NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok Longgarkan Pembatasan dalam Pergeseran Kebijakan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:30 WIB
Penduduk tidak perlu lagi menunjukkan bahwa mereka telah dites negatif untuk tes Covid untuk memasuki kereta bawah tanah, bus, dan...
AFP

Pesawat Tempur Israel Serang Gaza saat UE Serukan Pertanggungjawaban

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 04 Desember 2022, 16:00 WIB
Kementerian luar negeri Palestina mengecam penembakan Mufleh sama saja dengan eksekusi, dan para aktivis Palestina serta pengguna media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya