Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PBB berkomitmen terhadap integritas teritorial Ukraina. Selain itu PBB akan mengabaikan hasil referendum empat wilayah Ukraina yang digelar otoritas pro-Rusia.
"PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Ukraina, di dalam perbatasannya yang diakui secara internasional," kata Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo.
Ia mengatakan hal tersebut pada pertemuan Dewan Keamanan PBB. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut menjadi saksi komitmen tersebut.
Sementara Zelensky mengecam pemungutan suara yang diselenggarakan di Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
"Ada upaya yang sangat sinis untuk memaksa penduduk laki-laki di wilayah pendudukan Ukraina untuk memobilisasi tentara Rusia, untuk mengirim mereka berperang melawan tanah air mereka sendiri," tuduhnya.
Dia memperingatkan pemimpin Rusia Vladmir Putin bahwa aneksasi adalah sikap yang melawan seluruh umat manusia.
"Sebuah sinyal yang jelas sekarang dibutuhkan dari setiap negara di dunia. Saya percaya pada kemampuan Anda untuk bertindak," ucapnya.
Baca juga: Biden Bersumpah Sanksi Berat Rusia jika Caplok Ukraina
Terlepas dari seruan Zelensky dan PBB, Rusia memiliki hak veto untuk menjaga aksinya di empat wilayah Ukraina. Namun Amerika Serikat akan mengajukan resolusi yang mengutuk referendum tersebut.
"Mendesak negara-negara anggota PBB untuk tidak mengakui perubahan status Ukraina dan mewajibkan Rusia untuk menarik pasukannya dari Ukraina," kata duta besar Amerika Serikat untuk PBB Linda Thomas-Greenfield.
"Referensi palsu Rusia, jika diterima, akan membuka kotak Pandora yang tidak bisa kita tutup. Jika Rusia memilih untuk melindungi diri dari pertanggungjawaban di sini di Dewan, kami kemudian akan meminta Majelis Umum PBB untuk mengirim pesan yang jelas ke Moskow," imbuh Thomas-Greenfield.
Majelis Umum PBB, yang menyatukan 193 negara anggota badan itu dan tidak ada yang memiliki hak veto, telah mengadopsi beberapa resolusi yang mengutuk perang Rusia di Ukraina.(AFP/OL-5)
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
PBB menutup 2025 dengan tunggakan kontribusi mencapai US$1,6 miliar (Rp26 triliun).
PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupaya membentuk PBB baru melalui peluncuran Dewan Perdamaian.
PETA geopolitik dunia kembali bergejolak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan forum internasional baru bernama Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved