Jumat 02 September 2022, 10:45 WIB

Tiongkok Kecam Laporan PBB soal Uighur

Cahya Mulyana | Internasional
Tiongkok Kecam Laporan PBB soal Uighur

dok.AFP
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

 

TIONGKOK mengecam laporan PBB mengenai Xinjiang. Laporan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di wilayah Xinjiang disebut bagian dari alat politik untuk melawan Beijing.

"Apa yang disebut laporan kritis yang Anda sebutkan direncanakan dan dibuat langsung oleh AS (Amerika Serikat) dan beberapa pasukan Barat, itu sepenuhnya ilegal dan tidak valid," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

"Laporan itu adalah campuran informasi yang salah, dan itu adalah alat politik yang digunakan sebagai bagian dari strategi Barat menggunakan Xinjiang untuk mengendalikan Tiongkok," tambahnya.

Wang mengatakan, kantor hak asasi PBB telah diintervensi. Dia menyebut para pejabatnya telah menjadi kaki tangan AS dan Barat untuk melawan sebagian besar negara berkembang.

Selama bertahun-tahun, Tiongkok dituduh menahan lebih dari satu juta orang Uighur dan Muslim lainnya di Xinjiang. Beijing dengan keras menolak klaim tersebut, bersikeras menjalankan pusat kejuruan yang dirancang untuk mengekang ekstremisme.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan, perlakuan Tiongkok terhadap Uighur mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Bachelet menuduh Beijing melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Laporan tersebut disampaikannya pada Rabu 31 Agustus 2022, beberapa menit sebelum masa jabatannya berakhir. "Tiongkok telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang yang mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan," ucapnya.

Informasi itu diterbitkan 11 menit sebelum masa jabatannya berakhir. Laporan tersebut menyimpulkan tingkat penahanan sewenang-wenang dan diskriminatif terhadap anggota Uighur.

"Termasuk pula terhadap kelompok mayoritas Muslim lainnya, sesuai dengan hukum dan kebijakan yang merampas hak-hak dasar individu dan kolektif, dapat merupakan kejahatan internasional, dalam kejahatan tertentu terhadap kemanusiaan," tutupnya. (AFP/OL-13)

Baca Juga: PBB : Tiongkok Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Uighur

Baca Juga: Tiongkok Dibayangi Ledakan Angka Pengangguran

Baca Juga

AFP

Buntut Referendum Palsu Rusia, Kanada Siapkan Sanksi Baru

👤Ant 🕔Rabu 28 September 2022, 22:38 WIB
“Wilayah Ukraina akan tetap menjadi milik Ukraina,” kata...
AFP

PBB Kecam Referendum Ilegal oleh Rusia

👤Ant 🕔Rabu 28 September 2022, 22:09 WIB
DiCarlo mengatakan PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah...
AFP/YAMIL LAGE

Setelah Membuat Kuba Gelap Gulita, Badai Ian Menuju Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 September 2022, 19:44 WIB
Serikat pekerja akan bekerja sepanjang malam hingga Rabu (28/9) untuk memulihkan listrik sesegera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya