Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Iran mengapresiasi dan optimistis terhadap ide baru untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Itu muncul usai perwakilan Iran dan Uni Eropa membahas rancangan kesepakatan tersebut.
“Teks ini mewakili kesepakatan terbaik yang saya, sebagai fasilitator negosiasi, anggap layak. Ini bukan kesepakatan yang sempurna, tetapi membahas semua elemen penting dan termasuk kompromi yang diperoleh dengan susah payah oleh semua pihak,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell.
Ia mengatakan telah mengusulkan rancangan tersebut untuk memulihkan perjanjian penting, yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat secara sepihak pada tahun 2018. "Keputusannya perlu diambil sekarang,” tegasnya.
Dia memperingatkan kepada semua negara yang terkait kesepakatan ini supaya mengambil solusi untuk menyepakati kesepakatan nuklir 2015. Borrell menambahkan bahwa rancangan kesepakatan yang tersedia saat ini mencerminkan tekad semua pihak untuk berdamai. "Jika kesepakatan itu ditolak, kami mengambil risiko krisis nuklir yang berbahaya, bertentangan dengan prospek peningkatan isolasi bagi Iran dan rakyatnya,” tulisnya.
Kepala Negosiator Iran Ali Bagheri Kani menulis dalam sebuah tweet bahwa Iran memiliki ide sendiri untuk menyimpulkan negosiasi “baik dalam substansi maupun bentuk, yang akan disepakati bersama," katanya.
Para pejabat Iran telah menekankan bahwa mereka menginginkan kesepakatan yang berkelanjutan dan menjamin bahwa Iran akan menikmati manfaat ekonomi penuh yang dijanjikan di bawah kesepakatan awal. Pembicaraan di Wina untuk memulihkan kesepakatan dimulai pada April 2021, tetapi terhenti dalam beberapa bulan terakhir di tengah ketidaksepakatan antara Teheran dan Washington. (Aljazeera/OL-12)
Hasil jajak pendapat PBS News/NPR/Marist menunjukkan 56% warga Amerika menentang aksi militer Donald Trump terhadap Iran di tengah pembelahan tajam di Kongres
Presiden Iran Masoud Pezeshkian desak Rusia dukung hak sah Iran di tingkat internasional pasca-serangan AS dan Israel. Simak detail diplomasi Teheran dan pembelaan hukumnya di PBB
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menilai Indonesia perlu menunjukkan sikap tegas terhadap konflik yang melibatkan Iran, terutama jika negara tersebut menjadi pihak yang diserang.
Wamenlu Iran Majid Takht-Ravanchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang mendukung agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah bagi serangan balasan.
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Kemenlu menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Iran untuk membantu kapal tanker milik Pertamina.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Donald Trump.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved