Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
TANDAI kalender Anda, Program Artemis NASA akan kembali ke Bulan dengan meluncurkan penerbangan tanpa awak pertama pada 29 Agustus. Hal itu dikatakan badan luar angkasa Amerika Serikat (AS) itu, Rabu (20/7).
Artemis-1 adalah misi pertama dalam serangkaian misi sejak AS berusaha mengirimkan manusia ke Bulan, membangun kehidupan yang berlanjut di sana dan menggunakan pelajaran yang diperoleh untuk merencanakan perjalanan ke Mars lagi pada 2030-an.
Administrator asosiasi NASA Jim Free mengatakan kepada wartawan bahwa tanggal peluncuran Space Launch System (SLS) raksasa dan kapsul awak Orion diperkirakan pada 29 Agustus, 2 September, dan 5 September.
Baca juga: NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan
Keputusan tersebut mengikuti pemeriksaan terakhir di lapangan Kennedy Space Center di Florida yang dikenal sebagai “wet dress rehearsals” atau “latihan pakaian basah.”
Tes terakhir yang dilakukan pada Juni telah memenuhi 90% tujuan tim dan pada Rabu (20/7), Cliff Lanham, seorang manajer operasi kendaraan senior, mengatakan para rekayasawan sudah mengganti segel yang rusak yang menyebabkan kebocoran hidrogen pada SLS selama uji coba terakhir.
Artemis-1 diatur untuk melakukan perjalanan di sisi Bulan yang jauh yang akan berlangsung selama 4 sampai 6 minggu, lebih lama dari pesawat mana pun yang digunakan astronot tanpa berlabuh, sebelum kembali ke Bumi lebih cepat dan lebih panas daripada pesawat sebelumnya.
Itu juga akan menyebarkan sejumlah satelit kecil yang disebut CubeSats untuk melakukan eksperimen di luar angkasa.
Manajer misi Artemis Mike Sarafin berkata kepada wartawan, “Tujuan pertama dan utama kami adalah untuk mendemonstrasikan pelindung panas Orion dalam kondisi masuk ke Bulan.”
Ketika kapsul tersebut kembali dari Bulan, akan ada perjalanan sekitar 24.500 mil/jam dan mengalami suhu seperti setengah panas matahari di luar pelindung panasnya.
Tujuan kedua adalah untuk menunjukkan kelayakan penerbangan dari roket dan kapsul awak saat mereka melakukan semua manuver mereka selama misi.
Akhirnya, NASA akan berusaha agar proses pengambilan Orion setelah splashdown atau pendaratan dalam air berhasil dan memeriksanya secara menyeluruh.
Artemis-2 akan menjadi uji awak pertama yang akan terbang mengelilingi bulan namun tidak mendarat. Sementara Artemis-3 akan mengirimkan perempuan pertama dan orang dengan kulit berwarna pertama yang mendarat di kutub selatan Bulan. (AFP/OL-1)
Penemuan ini diperoleh melalui gabungan data dari Chandra X-ray Observatory dan James Webb Space Telescope. Hasil risetnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Wilayah aktif AR 14098 memicu enam flare Matahari kelas X dalam kurang dari 96 jam pada awal Februari 2026. NASA memantau dampaknya terhadap cuaca antariksa dan satelit.
Studi terbaru mengungkap posisi otak astronot bergeser ke atas dan ke belakang setelah misi luar angkasa.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari mixvale.com, instrumen SPHEREx merekam data dalam 102 panjang gelombang inframerah.
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Peneliti Tiongkok melalui misi Chang’e 6 mengungkap mengapa sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekat. Temuan isotop kalium berikan bukti hantaman purba.
Kilatan cahaya singkat yang muncul di sisi gelap Bulan pada Desember 2025 bukan hanya peristiwa astronomi biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved