Sabtu 25 Juni 2022, 15:00 WIB

NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan

Mediaindonesia | Internasional
NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan

Eva Marie UZCATEGUI / AFP
Roket Atemis I milik NASA berada di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

 

BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bekerja sama dengan Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) telah memilih tiga proposal dari tiga perusahaan untuk merancang konsep desain sistem tenaga nuklir yang akan diluncurkan pada akhir dekade ini untuk demonstrasi di bulan.

Ketiga perusahaan tersebut antara lain Lockheed Martin dari Maryland, Westinghouse dari Cranberry Township, Pennsylvania serta IX dari Houston, Texas, sebagaimana dikutip dari siaran pers NASA diterima di Jakarta pada hari ini.

Kontrak akan diberikan melalui Idaho National Laboratory, laboratorium milik DOE dan dikelola oleh Battelle Energy Alliance. Kontrak berjangka waktu 12 bulan tersebut masing-masing bernilai sekitar 5 juta dolar AS.

Kontrak tersebut mendanai pengembangan konsep desain awal untuk sistem tenaga fisi 40 kilowatt yang direncanakan untuk bertahan setidaknya 10 tahun di bulan.

Sementara itu, Battelle Energy Alliance memimpin pengembangan, evaluasi, dan pengadaan permintaan proposal yang disponsori oleh NASA.

Menurut Direktur Idaho National Laboratory John Wagner, proyek ini merupakan langkah pertama yang dicapai Amerika Serikat untuk membangun tenaga nuklir di bulan.

Baca juga: DPR AS Setujui UU Pembatasan Senjata Api

“Saya menantikan untuk melihat apa yang akan dicapai oleh masing-masing tim ini,” kata Wagner.

NASA mengatakan sistem tenaga fisi memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan sistem tenaga lainnya tanpa harus mengandalkan lokasi, sinar matahari yang tersedia, dan kondisi lingkungan alami lainnya. Menurut NASA, demonstrasi sistem di bulan akan membuka jalan bagi misi jangka panjang di Bulan dan Mars.

Teknologi tenaga permukaan fisi juga akan membantu sistem propulsi nuklir NASA yang mengandalkan reaktor untuk menghasilkan tenaga. Sistem ini dapat digunakan untuk misi eksplorasi luar angkasa.

“Teknologi baru mendorong eksplorasi kami di Bulan, Mars, dan sekitarnya. Mengembangkan desain awal ini akan membantu kami meletakkan dasar untuk memperkuat kehadiran manusia jangka panjang kami di dunia lain,” kata administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, Jim Reuter.(Ant/OL-4)

Baca Juga

DOK Euphoria Retreat.

Kisah Penyintas Kanker Yunani Manfaatkan Pengobatan Tradisional Tiongkok

👤Meilani Teniwut 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 14:28 WIB
Ketika Marina Efraimoglou menjadi bankir sukses di usia dua puluhan dengan gelar master dari London School of Economics, tampaknya...
MANDEL NGAN / AFP

FBI Geledah Rumah Trump Cari Dokumen Rahasia Senjata Nuklir

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 14:00 WIB
Laporan itu muncul beberapa jam setelah jaksa agung, Merrick Garland, mengatakan dia secara pribadi telah mengesahkan permintaan pemerintah...
dok.AFP

Menhan Inggris Yakin Rusia Gagal Dalam Perang Ukraina

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 13:55 WIB
MENTERI pertahanan Inggris Ben Wallace, yakin Rusia tidak mungkin berhasil menduduki Ukraina. Sebab negara-negara Barat menjanjikan 1,55...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya