Kamis 07 Juli 2022, 19:47 WIB

Ini Sederet Kasus yang Menjerat Boris Johnson

Cahya Mulyana | Internasional
Ini Sederet Kasus yang Menjerat Boris Johnson

AFP/Justin Tallis
PM Inggris Boris JOhnson

 

BORIS Johnson mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris pada Kamis (7/7). Keputusan itu diambil usai ditinggalkan oleh kekuatan politiknya di parlemen maupun di lingkaran kekuasaan.

Para menteri dan anggota parlemen Partai Konservatif menyatakan Johnson sudah tidak layak menduduki jabatannya. Alasannya, Johnson sudah tidak dapat dipercaya karena tersangkut serangkaian skandal.

Berikut beberapa skandal yang telah merugikan Johnson secara politik;

Pertama skandal Pincher. Johnson diduga telah membela orang terdekatnya di Partai Konservatif dalam kasus pelecehan seksual yakni Christopher Pincher. Kabar itu menyulut pengunduran sejumlah menterinya karena mosi tidak percaya.

Februari lalu, Johnson menjadikan Pincher sebagai wakil ketua di partainya yang bertanggung jawab untuk kesejahteraan. Pekan lalu, Pincher diskors karena diduga mengulang perbuatan tidak senonoh dengan melecehkan pengunjung di sebuah pesta.

Johnson semula menutupi rekam jejak kelam orang kepercayaannya itu. Namun, mantan kantor PM Inggris Simon McDonald menulis surat yang mengatakan perlakuan Pincher sudah dilakukan berulang kali seperti hasil penyelidikannya pada 2019.

Skandal berikutnya partygate. Istilah itu diciptakan untuk merujuk pada skandal pesta yang diadakan di kantor Johnson dan perusahannya Downing Street. Kesalahannya, pesta tersebut digelar di kala rakyatnya dilarang berkerumun dan bepergian ke luar kota dengan alasan penanggulangan covid-19.

Baca juga: Kekuatan Politik Boris Johnson Semakin Lemah

Atas perbuatannya, Johnson didenda oleh polisi. Dia juga dipaksa untuk meminta maaf kepada Ratu Elizabeth karena menggelar pesta saat malam pemakaman Pangeran Philip pada April 2021.

Ketiga, skandal seks. Johnson sebagai pemimpin Partai Konservatif tertimpa efek negatif dari dua anak buahnya yang dituduh melakukan penyimpangan seksual. Pertama Imran Ahmad Khan yang sempat menjadi anggota parlemen dari partai yang dipimpin Johnson mengundurkan diri setelah dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak laki-laki berusia 15 tahun.

Kedua Neil Parish yang juga menjabat jabatan sama dengan Imran mengundurkan diri setelah mengaku telah menonton video pornografi di gawainya saat berada di House of Commons. Perbuatannya dilakukan sebanyak dua kali yang menyulut kemarahan masyarakat Inggris.

Selain kedua orang itu, terdapat satu anggota parlemen dari Partai Konservatif yang sempat ditangkap karena dicurigai melakukan pemerkosaan. Namun tidak berselang lama dia ditebus dari tahanan dan namanya tidak diungkap ke publik.

Berikutnya, skandal Owen Paterson. Johnson tertimpa sial oleh mantan menterinya, Owen Paterson, yang berasal dari partai yang dipimpinnya. Owen diskors selama 30 hari karena diduga telah melakukan nepotisme.

Terakhir, Johnson juga terjerat uang sumbangan untuk pembangunan Johnson's Downing Street. Johnson didenda £ 17.800 karena gagal melaporkan sumbangan secara akurat.(Channelnewsasia/OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Indonesia Siap Nahkodai ASEAN Maju dan Damai

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 November 2022, 13:41 WIB
"Indonesia menginginkan agar ASEAN tetap penting dan relevan. Indonesia juga ingin kawasan Asia Tenggara tetap menjadi pusat...
AFP/YURIY DYACHYSHYN

Ukraina Keluhkan Krisis Energi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 November 2022, 10:43 WIB
"Sampai malam ini, pemadaman listrik berlanjut di sebagian besar wilayah (Ukraina) dan di Kyiv. Secara total, lebih dari enam juta...
ANTARA/Maha Eka Swasta

Kemenlu Sebut tidak Ada WNI jadi Korban Banjir Jeddah

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 November 2022, 06:53 WIB
"Hingga saat ini tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya