Selasa 28 Juni 2022, 17:09 WIB

Kepastian Kehadiran Vladimir Putin di KTT G20 Bukti Indonesia Dihormati dan Diperhitungkan

Adiyanto | Internasional
Kepastian Kehadiran Vladimir Putin di KTT G20 Bukti Indonesia Dihormati dan Diperhitungkan

AFP/Alexey DRUZHININ / SPUTNIK
Presiden Ri Joko Widodo bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada KTT ASEAN di Singapura, pada tahun 2018.

 

Kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, November mendatang, dinilai penting karena Rusia merupakan negara berpengaruh di dunia secara ekonomi maupun politik.

“Kehadiran Putin penting karena saat ini terbukti Rusia merupakan pemain kunci dalam perekonomian dunia. Terbukti bahwa berbagai boikot dan sanksi ekonomi Barat terhadap Rusia justru berbalik menjadi tekanan kuat bagi perekonomian Barat sendiri, dan serta berdampak bagi dunia,” ujar Dosen Program Studi Rusia di Universitas Indonesia (UI), DR Ahmad Fahrurodji, saat dihubungi Selasa (28/6).

Ia menambahkan, kehadiran Putin juga menunjukkan bahwa Rusia masih memandang Indonesia sebagai sahabat lama yang dihormati dan diperhitungkan. “Tidak hanya dalam kepemimpinan Indonesia dalam G-20, namun juga karena sikap Indonesia yang tidak terbawa oleh arus narasi Barat yang dibangun berdasarkan sentimen Russophobia,” ujarnya.

Seperti diketahui,  Presiden Rusia Vladimir Putin dipastikan menghadiri pertemuan puncak (KTT) G20 yang akan berlangsung di Bali pada November mendatang.

Yury Ushakov, penasehat Putin mengatakan Presiden Joko Widodo telah mengundang Putin untuk berpartisipasi dalam KTT G20 di Bali pada 15-16 November mendatang dan Putin telah menerima undangan tersebut. Meski begitu, detail kunjungan masih dipersiapkan.

"Ya, kami telah mengonfirmasi (undangan), Partisipasi kami (di KTT G20) sudah pasti," ucap Ushakov kepada wartawan di Moskow, seperti dikutip kantor berita Rusia, TASS, Senin (27/6). Meski begitu, Ushakov masih belum bisa memastikan apakah Putin akan menghadiri KTT itu secara langsung atau melalui tautan video.

"Saya harap di tengah situasi pandemi seperti ini akan tetap bisa menghadiri forum penting seperti ini secara tatap muka. Namun, saya menghindari berspekulasi," ucap Ushakov.

Ushakov menegaskan, masalah ini akan menjadi agenda kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Moskow pada 30 Juni mendatang. "Kami berterima kasih atas undangannya dan mengatakan bahwa kami akan tertarik untuk berpartisipasi. Masih banyak waktu yang tersisa. Kita lihat saja nanti.”

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky baru-baru ini juga menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia pada November 2022. Meski demikian, kehadirannya bukan secara langsung, melainkan secara virtual. Kesiapan Presiden Zelensky ini disampaikan dalam acara forum komunikasi bertajuk "Heart-to-Heart".

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan mahasiswa di Indonesia, yang digelar secara daring oleh komunitas hubungan internasional terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jumat (27/5).

Seperti diketahui, sejak Februari lalu Rusia dan Ukarina hingga hari ini masih berkonflik. Rusia yang dianggap menginvasi tetangganya itu mendapat kecaman dari negara-negara barat. Namun, Indonesia yang menganut politik bebas aktif, bersikap netral terkait konflik tersebut.

Langkah Indonesia yang mengundang Presiden Putin dan Presiden Zelensky, menurut Fahrurodji, tepat mengingat kedua negara bersahabat dsejak dulu.  “Kehadiran Putin pada November nanti tentu saja menjadi tantangan berat bagi Indonesia sebagai tuan rumah untuk menjamin keamanan kedua kepala negara tersebut selama di sini, jika mereka betul-betul hadir,” ujarnya. (M-4)

 

Baca Juga

AFP/Khaled DESOUKI

Kebakaran Gereja di Mesir Tewaskan 41 Orang

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 15 Agustus 2022, 05:45 WIB
Kebakaran, yang disebut terjadi karena korsleting listrik, terjadi di gereja Abu Sifin di Imbasa, distik Giza di...
AFP

Taliban Ingkar Janji, Perempuan Taliban Gelar Demonstrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:33 WIB
Hingga saat ini, hak-hak perempuan di Afghanistan cenderung terabaikan, terutama dalam bidang pendidikan dan...
AFP/EDUARDO MUNOZ

Penikam Rushdie Simpatisan Iran

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 12:45 WIB
Matar menikam Rushdie tepat di leher dan dadanya pada Jumat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya