Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemerintah Ungkap Perhelatan G20 Bakal Dibagi menjadi Tiga Sesi Utama

Naufal Zuhdi
14/11/2025 15:56
Pemerintah Ungkap Perhelatan G20 Bakal Dibagi menjadi Tiga Sesi Utama
Konferensi Pers membahas perhelatan KTT G20 2025.(MI/Naufal Zuhdi)

AGENDA puncak G20 yang akan digelar di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22-23 November mendatang akan dibagi menjadi tiga sesi utama. Hal itu disampaikan oleh Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Edi Prio Pambudi.

“Di tanggal 22 itu sudah dilangsungkan pertemuan puncak di mana ada tiga sesi. Jadi sesi pertama akan membahas soal ekonomi yang berkelanjutan, kemudian peran perdagangan, dan juga peran keuangan dalam langkah pembangunan serta masalah utang. Kemudian di sesi kedua akan bicara soal resilient world, ini berkaitan dengan disaster, climate change, energy transition, dan food system. Dan kemudian di hari Minggu, hari kedua akan digelar sesi ketiga terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan banyak kepentingan kita yaitu critical mineral,” kata Edi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (14/11).

Pemerintah, sambung Edi, juga akan menerima permintaan pertemuan secara bilateral dari kepala negara lain dengan Presiden Prabowo dan mengupayakan pertemuan bilateral dengan beberapa negara yang menjadi mitra dan penting untuk kita lanjutkan kerja sama dengan mereka. 

“Jadi manfaat dari G20 sekaligus kita untuk menjaring kerja sama dengan negara lain,” imbuhnya.

Untuk diketahui, perhelatan G20 di Afrika Selatan adalah G20 terakhir dalam siklus pertama. Artinya, hampir 20 tahun seluruh 20 negara anggota telah menyelenggarakan presidensi. 

“Karena ini adalah siklus terakhir, negara yang menyelenggarakan di siklus pertama yang terakhir, tentu ini menandai hal yang penting karena setelah ini akan berpindah ke pemimpinan G20 yang banyak membahas kebijakan global strategis ke negara maju. Sehingga penting untuk menyuarakan berbagai macam hal yang itu berkaitan dengan negara berkembang,” cetusnya.

Ia menambahkan, perhelatan G20 untuk tahun depan akan berpindah ke Amerika Serikat. Namun demikian, Edi menyatakan bahwa meskipun tahun depan Amerikat Serikat memegang presidensi, partisipasi Amerika Serikat sendiri kurang terlalu aktif.

“Artinya banyak pertemuan yang tidak dihadiri oleh pejabat selevel pada pertemuan tersebut. Marena Amerika kurang aktif memang ini menjadi tantangan tersendiri untuk pertemuan di Afrika Selatan tahun ini,” tandasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik