Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah tiba di Iran, Rabu (22/6), untuk bertemu pejabat tinggi 'Negeri Para Mullah' itu membicarakan kerja sama pengembangan nuklir.
Pertemuan itu dilakukan ketika kekuatan dunia dan Teheran berjuang untuk menghidupkan kembali pakta nuklir 2015.
“Selama kunjungan Lavrov, kesepakatan nuklir Iran 2015, meningkatkan kerja sama bilateral dan energi, serta isu-isu internasional dan regional akan dibahas,” ungkap laporan media pemerintah Iran.
Baca juga : Rusia Mau Teken Traktat Bebas Nuklir Asalkan...
Televisi milik pemerintah Iran menunjukkan Lavrov bertemu dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa kunjungan Lavrov untuk memperluas kerja sama dengan kawasan Eurasia dan Kaukasus.
Bulan lalu, Moskow mengatakan Rusia dan Iran, yang keduanya berada di bawah sanksi Barat dan duduk di beberapa cadangan minyak dan gas terbesar di dunia, telah membahas pertukaran pasokan untuk minyak dan gas serta mendirikan pusat logistik. (Aljazeera/OL-1)
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved